Liputan6.com, Mojokerto - Ribuan warga Mojokerto, berebut gunungan tumpeng dan hasil bumi di halaman kompleks makam Syech Jumadil Kubro di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (5/10/2017). Dengan mendapatkan berkat tersebut, mereka berharap bisa mendapatkan berkah dari sesepuh Wali Songo tersebut.
Advertisement
Tidak hanya orang dewasa, anak-anak, dan orang tua juga rela berdesakan untuk mendapatkan gunungan tumpeng yang berisi nasi kuning, hasil pasar, dan jajanan pasar tersebut. Kuswatin misalnya, ibu berusia 60 tahun tersebut sengaja ikut berdesakan untuk memperoleh hasil bumi berupa jagung dan mentimun.
Jagung tersebut nantinya akan dicampur dengan bibit jagung miliknya untuk ditanam di ladang. Dia percaya, dengan upaya itu, hasil perkebunannya akan lebih subur dan kualitas buah yang dihasilkan menjadi lebih baik. "Ini berkah dari Mbah Sayyid Jumadil Kubro," kata Kuswatin.
"Setiap tahun ikut. Dapat nasi kuning biar dapat berkah, anak saya yang masih sekolah bisa jadi anak pintar dan ilmunya bermanfaat," ujar dia.
Dalam arak-arakan tersebut, tidak ketinggalan juga sosok Wali Songo yang diperankan oleh pemuda Desa Sentonorejo. Selain itu, sosok prajurit ala kerajaan Majapahit juga ikut memeriahkan kirab tersebut.
Tradisi peringatan haul Syech Jumadil Kubro ini diadakan pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk meningkatkan suasana keislaman, sekaligus untuk menarik wisatawan dari luar daerah.
"Kita semua tahu, kalau Syech Jumadil Kubro ini adalah yang paling tua dari anggota Wali Songo. Beliau ini sesepuhnya Wali Songo atau kakeknya Sunan Ampel," tutur Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi.
Simak video pilihan berikut ini: