Liputan6.com, Jakarta - Ketika menjadi pelatih yang sukses, taktik dan manajerial soal pemain harus berjalan beriringan. Kalau tidak, bukan tak mungkin nasibnya seperti para pelatih di bawah ini yang kehilangan kepercayaan dari pemainnya.
Ada beberapa pelatih kelas dunia yang muncul. Namun, hanya beberapa yang berhasil memanajemen ruang ganti dan membuat setiap pemain nyaman.
Advertisement
Dalam dunia kepelatihan, ada kalanya sang bos kehilangan respek dari pemainnya. Andai kasus itu terjadi, pihak klub tak bisa memiliki pilihan lagi selain memecat pelatihnya, meski sudah beri banyak prestasi.
Nah, kasus itu terjadi kepada lima pelatih di bawah ini. Mereka harus angkat kaki karena gagal melakukan manajemen yang cocok di ruang ganti.
Berikut daftar pelatih top yang dipecat karena ruang ganti tak harmonis, seperti dikutip Sportskeeda.
5. Carlo Ancelotti (Bayern Munchen)
Sampai 2017, Carlo Ancelotti sebenarnya belum pernah dipecat di pertengahan musim. Tidak peduli betapa buruknya tim selama masa jabatannya, dia selalu dapat kepercayaan hingga akhir musim sebelum pindah, seperti di Juventus, Chelsea atau Real Madrid.
Dia adalah satu dari hanya dua pelatih yang tiga kali memenangi Liga Champion sebagai pelatih bersama Bob Paisley di Liverpool. Setelah berhasil, dia diharapkan banyak beri gelar ketika gabung Bayern Munchen.
Wajib memperbaiki hasil akhir semifinal di Liga Champions adalah alasan utama Ancelotti direkrut Bayern. Namun, yang mereka menangi hanyalah gelar Bundesliga.
Ancelotti kemudian kehilangan kepercayaan. Arjen Robben yang paling mencolok. Dia tidak setuju dengan jumlah menit yang didapatkan di lapangan. Beberapa berbicara di media, tapi menolak untuk membahas masalah ini secara mendalam.
Lima pemain berbalik melawan Ancelotti dan termasuk Robert Lewandowski dan Thomas Muller. Klub juga tidak puas dengan cara tim bermain.
Hal buruk kemudian datang saat Bayern dengan memalukan takluk 0-3 dari Paris Saint-Germain di Liga Champions. Itu adalah laga terakhir dan dia pergi dua hari kemudian.
4. David Moyes (Manchester United)
Terus terang, mengambil alih dari peran pelatih kawakan seperti Sir Alex Ferguson akan menjadi mimpi buruk bagi siapa pun. David Moyes mungkin bukan pilihan pertama, tapi MU tidak memiliki pilihan lain saat itu. Mereka pun memutuskan untuk menempatkan kepercayaan pada manajer yang belum berpengalaman tersebut.