Hilang 3 Hari dalam Kabut, Pendaki Gunung Slamet Selamat

Pendaki Gunung Slamet itu hanya berbekal setengah botol air minum atau sekitar 400 mililiter untuk bertahan hidup.

oleh Fajar Eko Nugroho diperbarui 27 Sep 2017, 10:01 WIB
Pendaki Gunung Slamet itu hanya berbekal setengah botol air minum atau sekitar 400 mililiter untuk bertahan hidup selama tiga hari. (Liputan6.com/Fajar Eko Nugroho)

Liputan6.com, Tegal - Moh Charis Munandar, pendaki asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, akhirnya ditemukan setelah tiga hari dilaporkan hilang di jalur pendakian Gunung Slamet. Pemuda 23 tahun itu ditemukan selamat pada Selasa malam, 26 September 2017.

"Ia kami temukan diatas pos 2 jalur pendakian Guci, tepatnya jalur Permadi pada pukul 18.30 WIB," ucap Noer Isrodin Muchlisin, Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang.

Noer mengatakan Tim SAR memerlukan waktu tiga jam untuk mengevakuasi pendaki asal Desa Pegirikan, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, itu ke basecamp pendakian Gunung Slamet di Guci.

"Survivor tiba di basecamp pada pukul 21.30 WIB dan selanjutnya langsung dibawa ke RSUD Slawi untuk diperiksa kesehatannya lebih lanjut," katanya.

Pendaki Gunung Slamet yang sempat hilang itu ditemukan dalam kondisi lemas tergeletak di jalur pendakian di pos 3. Korban juga mengalami dehidrasi dan tak mampu berdiri.

"Ya mungkin karena sudah kelelahan dan perbekalan juga terbatas. Terlebih, cuaca yang tak menentu yang harus dihadapi korban saat dua malam dikabarkan hilang," katanya.

Ia menerangkan, berbagai kendala dialami saat tim SAR Gabungan saat mencari Moh Charis Munandar. Selain cuaca yang tak mendukung akibat badai, kabut di wilayah Gunung Slamet juga tebal.

"Tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran, baik dari jalur Bambangan maupun dari jalur Guci yang merupakan jalur survivor naik. Namun, sampai pukul 18.00 WIB, belum membuahkan hasil. Baru dua jam kemudian, informasi korban yang hilang ditemukan oleh tim," katanya.

Atas keberhasilan upaya pencarian Tim SAR Gabungan, Kepala Basarnas Kantor Semarang mengucapkan terima kasih. "Atas nama pemerintah dan negara mengucapkan terima kasih kepada seluruh potensi SAR yang terlibat dalam operasi ini, hingga survivor bisa ditemukan dalam keadaan hidup, dan semoga kerja sama ini akan semakin meningkat," kata Noer.

Berbekal Setengah Botol Air Minum

Tim SAR gabungan yang terbagi atas tujuh Search and Rescue Unit (SRU) telah menggelar operasi pencarian dari puncak hingga pos 3 pendakian saat kabar pendaki hilang diterima. Namun, tanda-tanda pendaki Gunung Slamet itu tidak kunjung didapatkan.

Dari informasi yang diperoleh, Charis diketahui terakhir kali hanya membawa setengah botol air minum berisi sekitar 400 mililiter tanpa membawa makanan.

"Cuaca beberapa kali berubah, hujan, terang, hujan lagi hingga sore ini, serta kabut yang turun, membuat proses pencarian kurang berjalan maksimal," kata dia.

Selain itu, juga letak geografis survivor hilang itu berada di 2.800 mdpl dengan banyaknya punggungan serta medan yang terjal menyulitkan pencarian oleh tim.

Sebelumnya, Moh Charis Munandar terpisah dari rombongannya saat turun dari puncak gunung tertinggi di Jawa Tengah itu. Ia terpisah di batas vegetasi Gunung Slamet saat kabut turun dan menghalangi jarak pandang rombongan pendaki asal Kabupaten Tegal tersebut.

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya