Kisah David Ginola Hidup Lagi Setelah 8 Menit Meninggal

Menurut David Ginola, kematian seperti tengah menyaksikan televisi yang tiba-tiba kosong.

oleh Marco TampubolonDiterbitkan 21 September 2017, 06:24 WIB
Mantan pemain Tottenham Hotspur dan Newcastle United, David Ginola. (Telegraph).

Liputan6.com, Jakarta David Ginola mengungkapkan kejadian horor yang menimpanya Mei lalu. Mantan pesepak bola asal Prancis itu mengalami serangan jantung dan membuatnya secara klinis meninggal selama 8 menit sebelum akhirnya berhasil diselamatkan oleh tim medis.

Kepada The Sun, Ginola yang sempat bersinar bersama Paris Saint Germain (PSG) tersebut mengaku tengah mengikuti laga amal saat insiden tidak terlupakan itu terjadi. Pria berusia 49 tahun itu tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri dengan posisi lidah tertelan.

Kondisi ini serta merta membuatnya berhenti bernapas dan secara klinis meninggal sampai paramedis datang dengan alat pacu jantung. Ginola kemudian dilarikan ke rumah sakit dan menjalani empat kali operasi bypass demi menyelamatkan nyawanya.

"Saat itu saya tengah berlari ke tengah lapangan saat boom, jantung saya berhenti dan saya terjerembab dengan wajah menyentuh tanah lebih dulu," ujar Ginola.

"Para pemain menyangka saya bercanda, tapi kemudian mereka berkata,' Lihat dia, dia bermasalah, dia tidak bercanda.'," ujar Ginola menambahkan.

Menyadari ada masalah, rekan-rekannya segera mendekat untuk memberi pertolongan. Mereka berusaha keras untuk mengeluarkan lidah Ginola yang tertelan. Namun upaya tersebut sulit, karena Ginola selalu menjepit setiap jari yang masuk ke dalam mulutnya.

"Jantung saya setidaknya berhenti selama setidaknya 8 menit. Tidak ada denyut. Saat itu saya meninggal. Kemudian ambulans mendarat dan mereka mengaitkan saya dengan alat pacu jantung," kata pemain yang pernah memperkuat Newcaslte dan Tottehan Hotspur itu.

Menurut Ginola, drama belum juga berakhir. Sebab setelah disetrum sebanyak tiga kali, tidak juga ada tanda-tanda kehidupan. "Mereka mulai putus asa," kata Ginola.

Rekan-rekannya terus menyemangati petugas medis untuk tetap berusaha. Dan entah bagaiamana, mereka bisa melihat badan Ginola berjuang untuk tetap hidup kembali.

"Setelah kali keempat, jantung saya akhirnya berdenyut kembali. Petugas medis kemudian melihat ke arah teman saya dan memberi tahu mereka menemukan denyut. Semua orang mulai bersorak dan menangis," kata pemain kelahiran Gassin, Prancis tersebut.

Lanjut Baca:

Saksikan juga video pilihan di bawah ini: [vidio:](https://www.vidio.com/watch/405953-gaya-rambut-lionel-messi-dari-2005-2016)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya