Ini 3 Strategi Jitu Timnas U-19 Saat Menghancurkan Filipina

Timnas U-19 Indonesia sukses menghancurkan Filipina 9-0.

oleh Ario YosiaDiterbitkan 08 September 2017, 13:45 WIB
3 Strategi Mematikan Timnas Indonesia U-19 saat Melumat Filipina. (Bola.com/Dody Iryawan)

Liputan6.com, Yangon - Timnas U-19 Indonesia tampil gemilang di laga kedua Grup B Piala AFF U-18 2017 di Myanmar. Tim asuhan Indra Sjafri ini dengan perkasa menghancurkan Filipina 9-0.

Gol-gol Timnas U-19 dicetak oleh Feby Eka Putra (hattrick), Egy Maulana, M. Iqbal (2 gol), Resky Fandi Witriawan dan M. Rafli Nursalim (1 gol).

Timnas U-19 Indonesia mengoleksi enam poin dari dua pertandingan, diikuti Vietnam dengan raihan tiga poin usai menang telak 8-1 atas Brunei Darussalam.

Sepanjang pertandingan Timnas U-19 Indonesia  sama sekali tidak memberi napas ke pemain-pemain Filipina.

Catatan statistik Labbola menunjukkan, Feby Eka Putra unggul penguasaan bola hingga 75 persen, berbanding 25 persen.

Passing akurat Timnas U-19 menembus angka 90 persen! Sangat sedikit kesalahan yang dibuat anak-asuh Indra Sjafri.

Timnas Indonesia U-19 tercatat 18 kali mengarahkan tembakan ke gawang The Young Azkals. Setengahnya efektif berbuah gol. Sementara itu, Filipina hanya tiga kali, itu pun kesemuanya bersifat spekulasi alias tak terencana.

Indra Sjafri punya peran besar dalam meracik strategi efektif membongkar pertahanan Filipina hingga berujung terciptanya banyak gol.

Seperti apa kedahsyatan permainan Timnas U-19 Indonesia sehingga Filipina harus bertekuk lutut digasak 9-0? Simak detailnya di bawah ini: 


Trio Lini Tengah Agresif

Gelandang Timnas Indonesia U-19, Feby Eka Putra, melepaskan tendangan saat melawan Filipina U-19 pada laga Piala AFF U-18 di Stadion Thuwunna, Myanmar, Kamis (7/9/2017). Indonesia unggul 5-0 pada babak pertama. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Trio Lini Tengah Agresif

Pujian layak diberikan kepada trio lini tengah Tim Garuda Nusantara, Muhammad Iqbal, Feby Eka Putra, dan Asnawi Mangkualam. Mereka jadi motor penggerak permainan ofensif.

Dalam pertandingan ini, Indra Sjafri hanya menempatkan seorang gelandang jangkar, Asnawi Mangkualam. Ia jadi satu-satunya pemain pelapis pertahanan.

Gelandang PSM Makassar ini menjalankan perannya sebagai pengganggu yang apik. Pada paruh pertama pertandingan, ia beberapa kali menggeber tekel krusial menahan laju serangan balik The Young Azkals.

Di sisi lain, ia juga pemain pertama yang menjadi jembatan transisi permainan dari bertahan ke menyerang. Aliran passing-nya membantu dua gelandang lain serta trio penyerang menekan pertahanan lawan.

Lanjut Baca:

Feby dan Iqbal jadi sosok gelandang serang yang kerap memberi kejutan pada pertahanan lawan. Mereka kerap masuk ke kotak penalti Filipina, lewat permainan kombinasi pendek, secara tiba-tiba untuk kemudian mencetak gol. Feby mencetak hattrick dalam laga ini. Sementara itu, Iqbal menyumbang dua gol.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya