Liputan6.com, Roma - Rumor transfer pemain semakin memanas mendekati hari penutupan. Seperti diketahui, sejumlah liga besar di Eropa, termasuk Serie A, akan tutup jendela pada tanggal 31 Agustus.
Klub-klub besar macam Juventus, Inter Milan, AS Roma sampai sejauh ini masih belum berhenti berbelanja pemain. Mereka diyakini akan terus melakukan negosiasi dengan klub dari pemain yang mereka incar.
Hanya AC Milan yang telah mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan lagi merekrut pemain, setelah mendapatkan rekrutan ke-11, yakni Nikola Kalinic dari Fiorentina.
Dari sederet rumor yang berkembang, beberapa di antaranya ada yang sudah berada di ujung pintu keluar klubnya. Posisi mereka di klub kini semakin tidak jelas dan belakangan tidak dimasukkan ke dalam skuat. Tidak hanya pemain tua, tetapi juga pemain yang masih muda dan bertalenta.
Untuk posisi penyerang, setidaknya ada tiga pemain Serie A yang saat ini mengalami nasib demikian. Mereka masih muda, dan diprediksi masih bisa berkembang menjadi striker top dunia. Berikut informasi selengkapnya.
Advertisement
Saksikan video menarik berikut ini:
1. M’Baye Niang
AC Milan belakangan terus mendesak M’Baye Niang agar hengkang ke Spartak Moscow. I Rossoneri dan Spartak telah mencapai kesepakatan harga senilai 18 juta euro. Bahkan, terakhir raksasa Rusia itu menaikkan harga menjadi 23 juta euro.
Namun, Niang menolak. Striker berusia 22 tahun itu bersikeras tak mau dijual ke Rusia. Sementara itu, bertahan di AC Milan pun, ia hanya akan menjadi cadangan karena sudah dipastikan tak masuk dalam rencana pelatih Vincenzo Montella.
Atas situasi tersebut, Niang menjadi stres. Ia sempat meminta izin untuk beristirahat selama sepuluh hari guna menenangkan pikiran. Sejatinya, Niang lebih suka bila dijual ke klub Serie A lainnya. Torino dikabarkan siap menampungnya. Namun kendalanya, Il Granata hanya menawar 12 juta euro dan Milan menolak jumlah tersebut.
Niang pun sudah menegaskan bahwa hanya dirinya yang bisa memutuskan ke mana dia melangkah.
“Saya sudah dengar kata-kata Montella di konferensi pers. Saya hanya ingin bilang bahwa sepak bola selalu menjadi cinta di dalam hidup saya dan profesi saya. Saya stres bukan karena hal teknis, tetapi lebih karena sikap klub. Saya yang berhak memilih ke mana saya akan pergi, bukan dipilihkan oleh pihak lain. Saya tidak dendam pada Milan, hanya saya ingin menjelaskan situasi yang tengah terjadi,” katanya.