Siswi Kelas 6 SD Ini Taklukkan Kompetisi Robot Internasional

Salah satunya berhasil menjuarai kompetisi robot yang diselenggarakan di Korea Selatan dengan mengantongi gelar di kategori coding mission.

oleh Agustinus Mario Damar diperbarui 21 Agu 2017, 16:00 WIB
Syahrozad Zalfa Nadia di Festival Prestasi Indonesia, di JCC Jakarta. Liputan6.com/Agustinus Mario Damar

Liputan6.com, Jakarta - Talenta Indonesia di bidang robotika tingkat internasional terus bermunculan. Kali ini, giliran siswi madrasah ibtidaiyah, setara kelas 6 SD (sekolah dasar), yang kerap menjuarai sejumlah kompetisi robot antarnegara.

Adalah Syahrozad Zalfa Nadia, siswi di Madrasah Ibtidaiyah Pembangunan UIN Jakarta yang berhasil menyabet sejumlah juara di kompetisi robot internasional. Atas prestasinya tersebut, gadis cilik itu pun masuk ke dalam daftar 72 ikon prestasi Indonesia.

Ditemui di ajang Festival Prestasi Indonesia di JCC Jakarta, Senin (21/8/2017), gadis cilik yang akrab dipanggil Ocha tersebut menuturkan, dirinya baru saja menjuarai kompetisi robot tingkat Asia di Singapura. Dalam kompetisi itu, ia berhasil menyabet juara di dua kategori sekaligus.

Terbaru, ia menjuarai kompetisi robot yang diselenggarakan di Korea Selatan dengan mengantongi gelar di kategori coding mission. Kemenangan itu kian berkesan karena Ocha berhasil mengatasi peserta dari sejumlah negara lain, seperti Australia, Arab Saudi, Israel, dan Tiongkok.

"Aku sendiri enggak nyangka bisa mengalahkan juara bertahan Israel," tutur Ocha. Uniknya, ia tak sendirian dalam mengembangkan kemampuan robotiknya. Ia mengaku bekerja sama dengan adik laki-lakinya yang berumur enam tahun.

Bahkan ia menuturkan, ketertarikan dalam bidang robotika berasal dari sang adik. Ocha mengungkapkan bahwa adiknya tersebut yang pertama kali mengikuti ekstrakulikuler robotika lebih dulu.

"Mulai tertarik saat selalu nemenin adik latihan di rumah. Soalnya adik yang mulai duluan, dari sekolahnya ada ekstrakurikuler robotik. Terus, dia latihan di rumah dan aku ikut tertarik," ujarnya menjelaskan.

Keduanya pun memiliki peran berbeda. Ocha bertugas melakukan pemrograman dan perakitan, sedangkan adiknya yang bernama Avicenna Roghid Putra Sidik bertugas mendesain robot.

Foto dok. Liputan6.com

"Untuk kompetisi, kami membuat robot Selamat Datang. Kalau komponennya, kami memakai robot cero yang bisa didesain sesuai keinginan," tuturnya melanjutkan.

Robot Cero sendiri dipilih karena programnya yang dinilai lebih sederhana. Ocha dan adiknya akan mengikuti kompetisi robot internasional yang diselenggarakan di Tokyo, Jepang bulan depan. Untuk itu, ia juga meminta doa masyarakat Indonesia agar dapat memenangkan pertandingan tersebut.

Sebagai informasi, Ocha merupakan salah satu ikon dari 72 ikon Festival Prestasi Indonesia. Gelaran ini diadakan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-Pancasila) untuk memperingati Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia.

(Mar/Isk)

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya