Pelesiran Paskibraka 2017 Usai Bertugas di Istana Negara

Fabian Ramadhan Gavin, Paskibraka 2017 dari Banten mengatakan, berwisata ke Ragunan sama seperti pulang ke rumah.

oleh Aditya Eka Prawira diperbarui 21 Agu 2017, 12:47 WIB
Kunjungan Paskibraka 2017 ke Ragunan selesai sebelum pukul 12.00 WIB. Mereka kemudian melanjutkan wisata ke TMII, Jakarta Timur. (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Liputan6.com, Jakarta - Taman satwa Ragunan dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menjadi tempat bagi Paskibraka Nasional 2017 untuk melepas penat, setelah menjalani diklat hampir sebulan.

Selama tiga pekan seluruh anggota Paskibra 2017 nyaris tidak mengenal dunia luar, selain asrama yang berada di PP-PON Kemenpora Cibubur, Jakarta Timur.

Mendekati 17 Agustus, mereka baru pergi ke Istana Negara untuk gladi kader, gladi kotor pertama, gladi kotor kedua, gladi bersih, dan pengukuhan.

Ragunan menjadi tempat rekreasi pertama yang mereka datangi kemarin. Namun, Paskibraka 2017 itu tidak diajak berkeliling kebun binatang yang terletak di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Mereka hanya mengunjungi pusat primata, Schmutzer Primate Center. Dimulai dari nonton film dokumenter, melihat gorila, hingga mengunjungi pusat kesehatan.

Sebagian anggota Paskibraka 2017 mengaku senang diajak rekreasi ke Ragunan. Hanya saja, mereka menyayangkan tidak diajak berkeliling melihat-lihat koleksi satwa di kebun binatang ini.

"Ya, senang-senang saja. Sama teman-teman ini," kata Laras Ghita Salsabila, Paskibraka 2017 asal Sumatera Barat.

Berbeda dengan Fabian Ramadhan Gavin, Paskibraka 2017 dari Banten itu mengatakan, berwisata ke Ragunan sama saja seperti pulang ke rumah.

"Rumahku enggak jauh dari sini. Tiga menit dengan berjalan kaki juga sampai. Jadi, ya, gitu, deh," kata pria yang akrab disapa Vino sambil tertawa.

Kunjungan ke Ragunan selesai sebelum pukul 12.00 WIB. Mereka kemudian melanjutkan wisata ke TMII, Jakarta Timur.

Begitu melintas di depan anjungan rumah adat Sumatera Utara, Paskibraka 2017 asal provinsi tersebut, Faldy Ichsan Siregar, bergumam.

"Kalau ini miniatur, kenapa lebih besar dari rumah adat aslinya? Perasaan rumah adat di sana tidak sebesar ini," gumam Faldy.

Rupanya Paskibraka 2017 diajak ke Pusat Peragaan Iptek. Di TMII juga tak banyak kegiatan yang bisa mereka lakukan, karena pukul 14.00 WIB harus kembali ke bus menuju tempat berikutnya.

Elsa dan Nabila mengaku jarang bepergian ke tempat wisata edukasi seperti PP-Iptek yang diresmikan Presiden Soeharto pada 20 April 1991. (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Sarana pembelajaran yang digagas Menteri Riset dan Teknologi BJ Habibie pada 1991 itu, memiliki banyak wahana permainan yang dapat menguji ilmu pengetahuan anggota Paskibraka 2017.

Beberapa di antara mereka yang sangat menikmati setiap wahana di PP-Iptek ini Elsa Ramadhanti dari Bengkulu dan Nabila Putrie Vithania Somad perwakilan Sumatera Selatan.

Keduanya bergantian mencoba permainan seperti Yoyo Raksasa, ruang laser, dan sepeda yang memiliki roda berbentuk segi empat.

Elsa dan Nabila mengaku jarang bepergian ke tempat wisata edukasi seperti PP-Iptek yang diresmikan Presiden Soeharto pada 20 April 1991.

"Setahuku di Bengkulu itu yang terkenal wisata alamnya," kata Elsa.

"Senang dapat mencoba banyak wahana di sini, meski agak terkendala karena memakai rok," Nabila menimpali.

Museum Air Tawar dan Museum Olahraga menjadi tujuan akhir kunjungan Paskibraka 2017 di TMII.

Di Museum Air Tawar, mereka terkagum dengan banyaknya jenis ikan air tawar yang ada di Indonesia. Apalagi setiap provinsi punya jenis ikan yang berbeda.

Sehari sebelum ke Ragunan dan TMII, Paskibraka 2017 berwisata alam ke Sukabumi, Jawa Barat. Di sana mereka berolahraga arung jeram, paintball, dan memanah.

Sasikan video menarik berikut ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya