Megawati: Pancasila Harus Menjadi Sanubari Bangsa

Menurut Megawati, Pancasila adalah hal final secara konstitusi maupun konstitusional.

oleh Muhammad Radityo Priyasmoro diperbarui 21 Agu 2017, 12:10 WIB
Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri memberikan sambutan pada Festival Prestasi Indonesia di JCC Jakarta, Senin (21/8). Festival Prestasi Indonesia juga menyelenggarakan pagelaran seni Pancasila Gemilang. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Menurut Mega, unit baru ini menyerap penuh antusiasme masyarakat dalam implementasi nyata Pancasila.

"Ini unit baru, seperti bayi belum ada empat bulan, tapi kelihatan antusiasme animo seluruh warga bangsa untuk terus ikut membantu bagaimana mengimplementasikan Pancasila setelah 72 tahun kita merdeka," kata Megawati di Jakarta Convention Center, Senin (21/8/2017).

Menurut dia, Pancasila adalah hal final secara  konstitusional. Dan tidak harus dipermasalahkan maupun diperdebatkan lagi.

Ke depan, kata Megawati, dengan unit kerja baru ini, ideologi Pancasila tidak hanya fisik namun bisa dapat diresapi dalam sanubari bangsa.

"Persoalan dihadapi 72 tahun bangsa ini adalah bagaimana Pancasila menjadi sanubari bangsa. Nanti kita akan melihat visualisinya, salam Pancasila. Salam lengannya tegak dan jarinya rapat," pungkas Megawati.

Saksikan tayang video menarik berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya