Para Lansia Ini Kurangi Penyakit Pikun dengan Rajin Berjalan Kaki

Para manula di Amerika Serikat rajin melakukan jalan kaki dan mengunjungi tempat bersejarah untuk cegah penyakit pikun.

oleh Liputan6.com diperbarui 18 Agu 2017, 07:30 WIB
Para manula di Amerika Serikat rajin melakukan jalan kaki dan mengunjungi tempat bersejarah untuk cegah penyakit pikun. (Foto: iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Semakin bertambah tahun, usia juga akan semakin bertambah. Hal ini tidak menutup kemungkinan berbagai jenis penyakit akan bermunculan. Salah satu penyakit yang sering ditemui oleh orang yang sudah tua adalah Alzheimer, atau yang biasa dikenal sebagai penyakit pikun. Untuk mencegah hal tersebut, para manula yang ada di Amerika Serikat rajin melakukan berjalan kaki dan mengunjungi tempat bersejarah seperti yang dilansir dari Vidio.com, Jumat (18/8/2017).

Para manula ini berjalan kaki, menyusuri tempat-tempat bersejarah di Oregon, Amerika Serikat, tujuannya tentu saja untuk memperlambat pikun. Dengan berjalan kaki, para manula ini dapat mengingat masa muda mereka dan kisah menarik yang pernah dialami sewaktu muda.

Sharing History Through Active Reminiscence and Photo (SHARP) adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh Oregon Health and Scient University, diikuti oleh banyak manula yang mulai mengalami gejala pikun. Manula akan berjalan 3 kali dalam seminggu dan akan ditemani oleh manula lain yang daya pikirnya masih sehat.

Penelitian ini menggunakan penunjuk arah yang dimasukkan ke dalam tablet, dan menjelajahi tempat-tempat sejarah di Portland. Setiap tempat yang dikunjungi, mereka akan berhenti dan melihat foto masa lalu mereka. Peserta penelitian ini, kebanyakan diikuti oleh orang Amerika keturunan Afrika. Hal ini dikarenakan keturunan ini lebih rentan terkena pikun, dibandingkan kulit putih.

Fellisia

Simak video selengkapnya berikut ini:

https://www.vidio.com/watch/820958-berbagi-sejarah-lewat-mengingat-dan-foto-bagi-lansia

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya