10 Finalis Lomba Masak Ikan Nusantara Bertarung Menuju Istana

Lomba Masak Ikan Nusantara memasuki babak final pada Jumat, (11/8/2017) dan memperebutkan kursi menuju Istana Negara

oleh Akbar Muhibar diperbarui 10 Agu 2017, 21:49 WIB
Ikan Parende, salah satu kuliner khas Baubau, Sulawesi Tenggara. (Foto: Rasa Sayange)

Liputan6.com, Jakarta Kuliner menjadi salah satu kekayaan budaya nusantara yang tiada habisnya. Karena Indonesia merupakan negara bahari, maka tiap daerah memiliki resep spesial yang bisa diunggulkan. Hal ini yang tercermin dalam Lomba Masak Ikan Nusantara, yang memasuki babak final pada Jumat, (11/8/2017).

“Ini adalah bagian program satu bulan penuh rayakan HUT RI ke-72. Hasil karya teman-teman yang menang diharapkan bisa dicicipi di Istana Presiden tanggal 17 atau 18 Agustus 2017,” ungkap Heru Budi, Kepala Sekretariat Presiden pada Kamis (10/8/2017).

Perlombaan ini sendiri sudah berlangsung di beberapa daerah di Indonesia, seperti Batam, Gorontalo, Biak, Jakarta, dan Pontianak. Dalam kompetisi selama satu bulan penuh dari tanggal 3 Juli 2017 hingga 2 Agustus 2017, seluruh peserta dari 5 daerah ini sudah berjuang sekuat tenaga. Mereka dituntut bisa memberikan kuliner olahan ikan yang berkualitas, bersih, serta higienis.

Foto dok. Liputan6.com

“Sebagaimana kita ketahui, kegiatan Lomba Masak Ikan Nusantara ini adalah hasil kerja bersama dan dukungan berbagai pihak dari komunitas, pemerintah pusat dan daerah, serta swasta. Presiden sudah menantikan hasil kreasi masakan ikan dari masyarakat untuk beliau cicipi nantinya,” ungkap Teten Masduki, Kepala Staf Kepresidenan.

Akhirnya terpilihlah sepuluh nama dari seluruh Indonesia, yang akan kembali bertarung untuk memberikan sajian terbaiknya ke Istana. Mereka adalah Abdul Kadir dari Pontianak dengan Botok Ikan Masak Putih, Anita Attu asal Gorontalo dengan Iloni Burger, Endang SN asal Batam dengan Es datin, dan Matelda F. Maryen asal Biak Numfor dengan Kerang Tumis Labu Kuning.

Tidak ketinggalan pula sajian yang diberikan oleh Narti Buo asal Gorontalo dengan Ikan Santan Goroho, Non Laibahu asal Gorontalo dengan Woku Ikan Gabus Bumbu Kuning dan Ruben Jeremia asal Jakarta dengan kreasi Gabus Pucung sambal Pete. Peserta asal Batam juga tidak ingin ketinggalan seperti Sri Ekowati yang membuat Lontong Singkong Tongkol, dan Sri Sudaryani dengan Lawar Cumi. Tentunya seluruh kuliner ini sudah melewati berbagai penjurian sulit di berbagai daerah, demi menghasilkan kuliner terbaik.

“Makan ikan itu murah, sehat, dan tersedia dimana-mana. Kita tiap tahun terus dorong lomba ini untuk diadakan,” tutup Teten.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya