Liputan6.com, Jakarta - Pertarungan sengit di El Clasico kadang membuat beberapa pemain Barcelona maupun Real Madrid terpancing emosi dalam pertandingan. Namun, ada fakta menarik yang mengungkap ternyata ada lima penggawa Madrid yang pernah cinta Barcelona.
Menariknya, meski kadar persaingan sangat tinggi, ada beberapa pemain yang pernah membela kedua klub. Sebab, ternyata cukup banyak para pengkhianat yang membela Barcelona ke Real Madrid, maupun sebaliknya.
Nama Luis Figo mungkin menjadi nama paling tenar yang pernah membela kedua klub. Pasalnya Figo sama-sama membela Barcelona dan Madrid selama lima tahun.
Advertisement
Figo merupakan pujaan di Camp Nou sejak bergabung tahun 1995. Dia menyumbang tujuh gelar dan sukses mencetak 45 gol dari 249 laga.
Namun tiba-tiba Figo pindah ke Madrid tahun 2000, sekaligus menjadikannya pemain termahal di dunia saat itu. Figo pun menjadi sasaran fans Blaugrana ketika laga El Clasico berlangsung di Camp Nou. Ia dilempari koin, bola golf, hingga kepala babi
Figo mungkin dicap pengkhianat. Tapi, ada lima nama penggawa Madrid yang ternyata pernah cinta dengan Barcelona. Siapa saja? Berikut daftarnya dikutip Sportskeeda:
Isco
Francesco Isco tidak diragukan lagi menjadi fundamental dalam rencana masa depan Real Madrid. Dia baru saja mendapatkan musim terbaiknya bersama Real Madrid, dan terbukti menentukan dalam beberapa bulan terakhir saat cedera Gareth Bale.
Namun, beberapa tahun yang lalu, Isco sempat mengakui bahwa alasan dia menamai anjingnya 'Messi'. Hal ini karena dia yakin kapten tim nasional Argentina itu pemain terbaik di dunia.
Akan tetapi, Isco menamai anjingnya itu sebelum bergabung dengan Madrid pada tahun 2013. Dia jua dikabarkan punya hasrat bermain di Camp Nou bersama El Barca suatu saat nanti.
Luka Modric
Pada tahun 2008, sebuah rumor muncul bahwa FC Barcelona tertarik untuk mendatangkan Luka Modric dari Dinamo Zagreb. Dengan harapan meyakinkan pemain untuk bergabung, media Catalunya, Mundo Deportivo mempersembahkan bintang Kroasia itu sebuah jersey Barca dengan nomor 14.
Modric sejak kecil memang dikenal fans Barcelona. Dia bahkan pernah mengaku sengaja gunakan nomor 14 seperti idolanya Johan Cruyff.
Bahkan, Modric dengan senang hati menerima hadiah tersebut, walaupun kepindahannya akhirnya gagal. Hal itu karena Tottenham Hotspur dapat memikatnya ke Liga Inggris.
Setelah bergabung dengan Madrid pada tahun 2012, Modric dengan cepat mengungkapkan kesenangannya. Dia membantah pernah cinta Barca, dan bilang "Real Madrid, klub terbesar di dunia."