Liputan6.com, Jakarta Paris Saint-Germain (PSG) resmi merekrut bintang Barcelona, Neymar. Kepastian ini didapat setelah Barcelona sudah mengonfirmasi pembayaran senilai 222 juta euro (Rp 3,4 Triliun) dari PSG untuk transfer Neymar.
Usai proses pembayaran, pemain kelahiran Brasil 5 Februari 1992 ini, langsung menandatangani kontrak bersama PSG.
"Paris Saint-Germain dengan bahagia mengumumkan kedatangan Neymar Jr. Pemain asal Brasil itu telah menandatangani kontrak berdurasi lima tahun bersama PSG. Neymar Jr kini terikat kontrak di PSG sampai 30 Juni 2022," demikian pernyataan pihak PSG.
Proses kepindahan Neymar ke klub Prancis selesai, Neymar langsung dinasbihkan sebagai pemain termahal di dunia. Dia memecahkan rekor sebelumnya, yang dipegang Paul Pogba, saat pindah ke Manchester United dari Juventus dengan nilai transfer 105 juta euro atau sekitar Rp1,6 triliun.
Advertisement
Dalam situs resmi PSG, Neymar mengatakan, "Saya sangat senang bergabung dengan Paris Saint-Germain. Sejak saya datang ke Eropa, PSG selalu menjadi salah satu klub yang kompetitif."
"Motivasi saya adalah membantu menaklukkan gelar yang diinginkan penggemar mereka (di Liga Champions)," ujar Neymar menambahkan.
Nyaris Tewas
Neymar da Silva Santos Junior, demikian nama lengkapnya, lahir di Mogi das Cruzes, Brasil. Dia merupakan anak dari pasangan Neymar da Silva Sr dan Nadine Santos.
Neymar memang menghabiskan sebagian masa kecilnya di daerah miskin yang banyak tersebar di Brasil. Tak jarang pemain berusia 23 tahun itu, harus tidur sekamar dengan ayahnya, Neymar Sr di rumah kakeknya yang kecil--seperti yang dialami oleh jutaaan anak-anak miskin di Brasil.
Sang ayah memiliki nama panggilan kesayangan untuknya, Juninho, di saat Neymar masih kecil. Meski demikian, Neymar tidak pernah tinggal di favela. Pada tahun 2003 dia dan keluarganya pindah ke Sao Vicente sebelum menetap di Santos.
Sang ayah, Neymar da Silva, pernah menceritakan kejadian yang hampir membuat anaknya urung jadi pesepak bola ternama. Siapa yang tahu jika
Neymar pernah hampir tewas saat masih berumur 4 bulan.
Seperti dikisahkan dalam buku biografi Neymar Jr, peristiwa yang nyaris merengut nyawanya itu, terjadi ketika Neymar sekeluarga sedang dalam perjalanan menuju Kota Santos untuk mengunjungi keluarganya.
Kecelakaan terjadi di sebuah jalan berkelok ke kiri. Sebuah mobil dari arah berlawanan melintas. Meski sudah mencoba menghindar, sebuah mobil lain menghajar sisi kanan mobil Neymar Junior dari arah belakang. "Saya menjerit 'mati saya, mati saya'," ujar sang ayah.