Ubah Sistem Kelistrikan Motor AC Jadi DC, Berapa Biayanya?

Untuk memodifikasi lampu atau aksesoris dengan arus listrik besar sebaiknya menggunakan sistem kelistrikan DC.

oleh Arief Aszhari diperbarui 25 Jul 2017, 19:08 WIB
Kiprok Honda CBR250RR.(Arief/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Biasanya, motor dengan pengabutan karburator masih menggunakan sistem kelistrikan AC. Dengan begitu, modifikasi lampu atau aksesoris yang butuh arus listrik besar akan membuat aki motor cepat soak atau rusak.

Untuk mengatasi masalah tersebut, mau tidak mau pemilik kuda besi harus mengubah sistem kelistrikan dari AC menjadi DC. Bahkan, saat ini sudah banyak bengkel yang bisa mengubah sistem kelistrikan AC jadi DC, seperti bengkel aksesoris dan modifikasi MotoTAG.

"Kalau ganti sistem kelistrikan dari AC ke DC harus ganti magnet, sepul, dan kiprok. Lalu, ganti juga aki kering karena biasanya sistem kelistrikan AC masih pakai aki basah," jelas Marcell, Chief Mechanic MotoTAG saat berbincang dengan Liputan6.com di bengkelnya, Selasa (25/7/2017).

Lanjut pria yang bengkelnya beralamat di Jalan Kembang Kerep Raya Nomor 9B, Meruya Utara, Jakarta Barat, untuk yang sudah menggunakan sistem kelistrikan DC juga direkomendasikan ganti aki dengan ampere lebih besar.

"Standar pabrikan, aki kering itu ukurannya hanya 9 ampere. Sebaiknya, ganti yang 9,5 atau 10 ampere," tambahnya lagi.

Untuk harganya, aki kering ukuran 9,5 atau 10 ampere itu memang tergantung merek. Tapi biasanya, harganya sekitar Rp 300 ribuan. "Kalau ubah dari AC ke DC, biaya jasanya itu kurang lebih Rp 200 sampai Rp 300 ribuan. Sedangkan part-nya bisa sampai Rp 600 ribuan, di luar harga aki dengan ampere yang lebih besar tadi," pungkasnya.

Untuk waktu pengerjaan, biasanya bisa sehari atau sekitar 10 jam tergantung kondisi motor. "Lihat kondisi kabelnya juga, kalau berantakan dan harus diurut satu-satu yah bisa seharian," pungkasnya.

 

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini:

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya