Eko Yuli Ingin Jaga Tradisi Emas di SEA Games 2017

Meski berstatus Olimpian, Eko Yuli Irawan tetap antusias hadapi SEA Games 2017.

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 22 Jul 2017, 17:34 WIB
Lifter Indonesia, Eko Yuli, saat melakukan sesi foto di Hotel Sutan Raja, Jawa Barat, Jumat (21/7/2017). Eko Yuli sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi SEA Games 2017 Malaysia. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Liputan6.com, Jakarta - Atlet angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan, tetap antusias menatap SEA Games 2017 yang berlangsung di Malaysia pada Agustus. Eko Yuli menyebut atlet profesional itu ibarat tentara yang harus berperang dengan semangat tinggi kapan pun dibutuhkan.

Eko Yuli adalah peraih medali emas angkat besi putra dalam empat SEA Games berturut-turut, sejak 2007 hingga 2013. Lifter Indonesia berusia 27 tahun itu juga sudah mencicipi medali perunggu pada Olimpiade 2008 di Beijing dan 2012 di London, serta medali perak Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro.

Eko Yuli pun bertekad untuk kembali meraih medali emas angkat besi di nomor 62 kg pada SEA Games 2017. Semangatnya bahkan berlipat karena dua tahun lalu absen di SEA Games 2017 karena angkat besi tidak dipertandingkan.

"Kalau antusias itu sudah pasti walau level SEA Games di bawah Olimpiade. Saya akan tetap berusaha mempertahankan tradisi emas sekaligus mempersiapkan diri untuk lebih baik jelang Asian Games dan Olimpiade 2020," ujar Eko Yuli kepada Bola.com di Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (21/7/2017). 

"Saya ini atlet, ketika diminta bertanding tentu harus selalu siap. Ibaratnya kita itu seperti tentara, kapan saja diminta berperang harus siap. Kapan pun kami dibutuhkan untuk bertanding, kami harus siap bertanding," ujarnya.

Namun, atlet kelahiran Lampung itu juga menegaskan harapannya agar pemerintah, atau pun Satlak Prima, lebih memperhatikan persiapan atlet untuk bertanding di level internasional demi mengharumkan nama bangsa.

"Saya berharap setelah SEA GAmes , persiapan kami untuk Asian Games 2018 bisa lebih baik dan segera dilakukan, tidak menunggu hingga awal tahun depan. Dana pelatnas dan segala macam yang dibutuhkan harus dipersiapkan lebih baik, jangan sampai pada awal 2018 semua persiapan baru dimulai," tegas Eko Yuli.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya