Pada 2010 ini, Sandhy merilis sebuah album dengan judul seperti namanya, Sandhy Sandoro. Sebuah album berisi 14 lagu hasil karya ciptaan sendiri yang sebagian besar adalah lagu dengan lirik berbahasa Inggris.
Cinta menjadi tema utama dari album self titled itu. Tembang berjudul Bunga Mimpi yang menjadi single pertama album itu, misalnya. Lagu itu menceritakan penantiannya untuk mendapatkan sang pujaan hati yang berakhir dengan manis.
Menurutnya, lagu itu memang ditujukan untuk pujaan hatinya. “Walau banyak perempuan cantik yang singgah di hati, di sisi saya selalu ada sweet woman,” ungkap Sandhy saat peluncuran album barunya tersebut di Hardrock Café Jakarta, Jumat (22/10) malam.
Selain lagu Bunga Mimpi, Sandhy juga menciptakan sebuah lagu lain yang ditujukan untuk sang pujaan hati. Salamanja, judulnya. Rasa cintanya terhadap sang pujaan juga menjadi inspirasi romantisme dalam tembang ini.
Meski didominasi oleh tema cinta, ternyata bukan hanya si "Cupid" yang menjadi inspirasi musisi berusia 36 tahun itu. “Love, life, good, and bad times, adalah inspirasi terbesar saya. Makanya lirik yang diangkat dalam album ini bermacam-macam,” jelasnya.
Baginya, cinta bukan hanya berarti hubungan antara dua manusia. Tema kehidupan dan kemanusiaan dalam lirik tembang-tembang seperti Why Don`t We, `In The Name of Peace, Down on The Street, dan You And I, memang mewarnai album yang ia anggap sebagai masterpiece itu. Lagu End of The Rainbow yang terpilih sebagai lagu terbaik di ajang Pesnya Goda 2009 di Rusia juga diselipkannya