Gara-Gara Bully, Siswa di Jepang Biasa Makan di WC

Ternyata, kebiasaan bully juga terjadi di sekolah Jepang. Bahkan korban bully harus rela makan siang di wc demi menghindari para pelakunya.

oleh Akbar Muhibar diperbarui 18 Jul 2017, 08:00 WIB
Sungguh tak berkeprimanusiaan, seorang mahasiswa berkebutuhan khusus di-bully oleh mahasiswa lainnya. (Sumber foto: Zliving.com)

Liputan6.com, Jakarta Ternyata, kebiasaan bully sudah biasa terjadi di sekolah-sekolah Jepang. Bahkan bagi yang tidak bisa bersosialisasi, mereka terbiasa makan di dalam wc. Seperti yang dirilis oleh en.rocketnews24.com.

Toilet di sekolah Jepang tak hanya digunakan untuk MCK. Wc mempunyai fungsi lain bagi seseorang yang mempraktikkan benjo-meshi, alias menikmati makan siang di dalam toilet. Meski dibilang unik, ternyata kebiasaan ini memiliki latar belakang yang tidak baik.

Di Jepang, benjo-meshi dilakukan para siswa yang tidak memiliki teman di sekolah. Biasanya, para siswa akan terbiasa makan di kelas atau pergi ke kantin bersama teman-temannya. Namun, para siswa yang tidak memiliki teman atau yang sudah menjadi korban bully oleh rekan sekelas, akan langsung membawa makan siang mereka ke dalam wc.

Foto dok. Liputan6.com

Meski banyak pandangan orang di luar Jepang yang menganggap makan siang sendirian itu biasa, tapi bagi siswa di Negeri Matahari Terbit itu menjadi kebiasaan yang luar biasa. Bahkan di beberapa kasus, banyak siswa yang terpaksa makan di wc karena dijauhi teman-temannya.

Jadi untuk menghindari pandangan dari orang lain, para siswa yang sudah kena bully, lebih menikmati makanannya dalam sebuah ruangan wc. Bahkan kebiasaan ini ternyata juga ditemukan oleh para karyawan yang ada di Jepang. Mereka yang tidak biasa bersosialisasi akan cenderung menghabiskan waktu sendirian, sambil menikmati makan siangnya jauh dari pandangan orang lain.

Tentunya kebiasaan ini juga mencerminkan betapa bahayanya bully di kehidupan. Meski tidak ada maksud untuk membunuh, bully dapat memberikan dorongan para korban untuk mengubah cara hidup, bahkan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya