Liputan6.com, Jakarta - Pemain Portugal memang tak banyak yang merumput di Serie A. Dibanding pemain-pemain asal negara lain, seperti Argentina, Brasil, dan negara-negara Afrika, pemain Portugal terbilang jauh lebih sedikit.
Di samping itu, Serie A memang tak mendaratkan megabintang seperti Cristiano Ronaldo atau Luis Figo. Meski demikian, kiprah pemain Portugal yang ada di Serie A tak bisa dipandang sebelah mata.
Sebut saja Manuel Rui Costa, yang pernah membela Fiorentina (1994-2001) dan AC Milan (2001-2006). Gelandang berteknik tinggi itu sukses membawa Milan juara Liga Champions (2003), Serie A (2004), dan Coppa Italia (2003). Ia juga pernah mempersembahkan dua gelar Coppa Italia (1996 dan 2001), dan satu gelar Supercoppa Italiana (1996) untuk Fiorentina.
Selain Rui Costa, ada juga Fernando Couto yang pernah sukses mengantarkan Lazio juara Serie A di tahun 2000 dan membantu Parma juara Piala UEFA (sekarang Liga Europa) di tahun 1995; serta Nuno Gomes yang pernah memberi gelar juara Coppa Italia bagi Fiorentina di tahun 2001.
Kini, era pemain-pemain tersebut sudah berakhir. Mereka semua telah gantung sepatu dan pemain-pemain Portugal muda menggantikan mereka. Liputan6.com merangkum empat pemain Portugal yang akan tampil di Serie A untuk musim 2017/2018.
Berikut daftarnya:
Advertisement
Joao Mario
Joao Mario sudah mulai merumput di Serie A sejak musim lalu. Ia direkrut oleh Inter Milan dari Sporting CP dengan harga yang cukup mahal, yakni 40 juta euro. Inter kepincut padanya setelah berhasil mengantarkan Timnas Portugal juara Piala Eropa 2016 di Prancis. Ia pun langsung diikat kontrak hingga Juni 2021.
Namun sayangnya, setelah era kejayaan Rui Costa dkk, belum ada lagi pemain Portugal yang mampu bersinar di Serie A, dan Joao Mario termasuk salah satunya. Musim lalu, penampilan Mario gagal memenuhi ekspektasi petinggi dan fans Inter Milan. Kontribusinya di musim pertamanya hanya tiga gol dan tujuh assists dari 32 penampilan, tak sebanding bila dilihat dari harga yang harus dibayar Inter untuk mendatangkannya.
Atas penampilan buruknya musim lalu, Mario sempat dirumorkan bakal didepak. Sampai akhirnya pelatih baru, Luciano Spalletti datang, rumor itu baru menghilang. Pemain berusia 24 tahun itu agaknya masih diberi kesempatan untuk menunjukkan kualitasnya musim ini.