Simak 4 Kejadian Unik di Ajang Tenis Wimbledon

Tahun ini, Turnamen Wimbledon memasuki edisi ke-131

oleh Liputan6.comDiterbitkan 04 Juli 2017, 19:30 WIB
Petenis Swis, Roger Federer bersantai sejenak usai mengikuti sesi latihan di Wimbledon tennis club, London, (1/7/2017). Turnament Wimbledon 2017 akan berlangsung pada 3-16 Juli 2017. (AFP/Adrian Dennis)

Liputan6.com, London - Turnamen Wimbledon memasuki edisi ke-131. Grand Slam ketiga tahunan itu resmi menampilkan sejumlah pertandingan pembuka di All England Lawn Tennis Club (AELTC) di SW19, Senin (3/7/2017).

Antusiasme penggemar tenis di Tanah Ratu Elizabeth tetap tinggi. Mereka tampaknya tetap menjaga tradisi tahunan dengan sangat baik seperti membangun tenda di sekitar AELTC hanya demi menyaksikan petenis idola mereka tampil di lapangan rumput.

Dari puluhan petenis yang tampil di Wimbledon 2017, nama Andy Murray dan Johanna Konta mendapat sorotan tajam dari media setempat. Maklum, keduanya berasal dari Inggris dan penggemar tentunya mengharapkan kejutan besar.

Tapi masih ada saja yang mempertanyakan tentang kebugaran keduanya setelah Murray menarik diri dari dua pertandingan pemanasan dan Konta mengalami cedera traumatis di Eastbourne. Kendati demikian, hal itu tak mengurangi rasa penasaran penggemar seperti yang dialami Des Robson.

Teknisi komputer dari Choppington, Northumberland, rela antre sejak jam 1 pagi (waktu Inggris) pada Sabtu lalu, untuk mendapatkan tiket menyaksikan Murray tampil di Center Court. Setelah 56 jam menunggu, ia akhirnya mendapat tiket untuk menemui sang juara bertahan.

Masalah antrean hingga puluhan tenda yang menghiasi lapangan sekitar AELTC adalah sebagian kecil dari cerita unik di turnamen Wimbledon. Lalu apa saja kisah menarik yang belum terungkap?

Berikut 4 kisah menarik di Turnamen Wimbledon:

 


1. Aturan Warna Putih

Petenis putri CiCi Bellis menggunakan aksesoris serbaputih saat lawan Victoria Azarenka pada laga tunggal putri di Wimbledon 2017, London, (3/7/2017). Bellis kalah 6-3, 2-6, 1-6. (AP/Tim Ireland)

Berbeda dengan tiga grand slam Australia, Prancis, dan AS. Wimbledon menyajikan aturan yang terbilang ketat dan wajib mematuhi aturan pakaian dan aksesoris seperti topi, bandana, wristband, headband, kaos kaki dan sepatu berwarna dominan putih, kecuali warna lain yang tidak lebih lebar dari satu sentimeter (10 mm).

Pejabat Wimbledon tidak akan segan-segan menegur petenis yang melanggar aturan tersebut. Ini tentu bukan hal yang mudah apalagi jika berbicara tentang petenis wanita. Karena mereka selalu menambahkan aksesoris untuk mempercantik tampilan di lapangan.

Keharusan para peserta mengenakan warna serba putih sebagai dress code dalam pertandingan Wimbledon memang cukup kontroversial. Terkadang masalah ini seringkali memunculkan kritikan seperti yang dialami Eugenie Bouchard pada 2015 ketika petenis asal Kanada itu dianggap melanggar aturan hanya karena memakai bra berwarna hitam.

Lanjut Baca:

Kejadian serupa juga dialami Venus Williams saat memulai pertandingan pembuka Wimbledon 2017 melawan Elise Mertens. Pemenang enam kali di turnamen ini mendapat teguran keras lantaran mengenakan bra merah muda (pink).

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya