Polisi Tak Ambil Pusing Ancaman Revolusi Rizieq Shihab

Argo mengatakan polisi tak ingin ikut campur dalam hal politik. Penghentikan penyidikan kasus, kata dia, wajib dengan alasan yang jelas.

oleh Muhammad Radityo Priyasmoro diperbarui 04 Jul 2017, 03:24 WIB
Pimpinan FPI, Muhammad Rizieq Shihab memberi keterangan usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim, Jakarta, Rabu (23/11). Pemeriksaan beragendakan melengkapi berkas sebelumnya di tingkat penyelidikan. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya tak ambil pusing terkait ancaman pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang menawarkan dua pilihan, yakni rekonsiliasi dan revolusi.

Kabag Humas Polda Metro Kombes Pol Argo Yuwono mengaku pihaknya tak gentar dengan ultimatum tersebut dan terus melanjutkan pengusutan kasus yang melibatkan Rizieq Shihab.

"Nyatanya kemarin kami periksa (saksi-saksi) lagi. Bukan enggak ambil pusing, memang sudah tugasnya," kata Argo Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin 3 Juli 2017.

Dalam pilihan rekonsiliasi, diketahui Rizieq Shihab meminta seluruh kriminalisasi yang ditudingkan kepada para ulama dan aktivis untuk dihentikan. Jika tidak, dia memperingatkan akan adanya revolusi.

Argo mengatakan polisi tak ingin ikut campur dalam hal politik. Penghentian penyidikan kasus, kata dia, wajib dengan alasan yang jelas.

"Ya namanya SP3 suatu kasus ada aturannya, bahwa itu sudah kedaluwarsa, tak cukup bukti, atau tersangka meninggal dunia, itu kan ada aturannya. Kita tak akan mencampuri urusan politik ya," tegas Argo.


 

 

 

 


Saksikan video di bawah ini:




Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya