Helikopter yang Jatuh di Temanggung Andalan Basarnas

Eurocopter AS365N3+Dauphin adalah helikopter medium-berat serbaguna bermesin ganda yang diproduksi Eurocopter (awalnya Aerospatiale).

oleh Fajar Eko Nugroho diperbarui 03 Jul 2017, 06:54 WIB
Helikopter andalan Basarnas jatuh di Temanggung, Minggu 2 Juli 2017. (Liputan6.com/Fajar Eko Nugroho)

Liputan6.com, Temanggung - Helikopter Basarnas yang jatuh di Temanggung, Jawa Tengah, Minggu sore, 2 Juli 2017, merupakan heli andalan. Sebab, helikopter itu selalu menjadi prioritas Basarnas.

"Kalau untuk jenis helikopter itu Dauphin," ucap Humas Basarnas Semarang, Zulhawari, Minggu malam.

Dia meyakini, jika helikopter milik Basarnas itu berada dalam kondisi yang layak terbang. Sebab, helikopter itu juga yang selama arus mudik dan balik bersiaga memantau arus lalu lintas melalui udara.

"Masih bagus dan prima, jadi ya tentu saja layak sekali terbang," kata dia.

Sementara itu, helikopter Basarnas yang jatuh menabrak tebing di Temanggung merupakan tipe AS365N3+Dauphin.

Eurocopter AS365N3+Dauphin adalah helikopter medium-berat serbaguna bermesin ganda yang diproduksi Eurocopter (awalnya Aerospatiale).

Heli yang dirakit PT Dirgantara Indonesia (PTDI) itu, dikenal memiliki sejumlah keunggulan dibanding helikopter jenis lainnya.

Helikopter ini memiliki kru berjumlah 1 orang atau 2 pilot dengan kapasitas 11 penumpang.

Panjang: 13.73 m (45 ft 1 in)
Tinggi: 4,06 m (13 ft 4 in)
Berat kosong: 2.411 kg (£ 5315)
Max berat lepas landas: 4.300 kg (£ 9480)

Powerplant: 2 × Turbomeca Arriel 2C turboshaft, Take-off Power, 625 kW (838 hp) masing-masing
Main rotor diameter: 11.94 m (39 ft 2 in)
Main rotor wilayah: 111,98 m 2 (1,205.3 sq ft)

Untuk kecepatannya, maksimum: 306 km / h (190 mph, 165 kn) dan Kisaran Ferry: 827 km (514 mil, 447 nm). Kemudian juga mampu memberikan layanan langit-langit hingga ketinggian 5.865 m (19.242 kaki)
Tingkat panjat: 8,9 m / s (1.750 ft / min)

Helikopter ini dijamin mampu terbang bermanuver cukup mumpuni di lingkungan panas atau lembab.

AS365N3+Dauphin milik Basarnas yang digunakan belum sampai lima tahun itu, juga memiliki sistem autopilot terbaik. Bahkan, satu-satunya sistem autopilot helikopter yang berfokus pada ketinggian, bukan kecepatan. Selain itu juga dilengkapi teknologi Flight Management System.

Kemampuan helikopter Dauphin ini juga dapat lepas landas di atas kapal laut atau kapal induk.

Jenis Helikopter ini memang cukup mumpuni digunakan Basarnas selama ini bermanuver jelajah di segala Medan. Tidak hanya itu, heli ini juga cocok sebagai bantuan evakuasi korban bencana atau lainnya.

Selain cukup luas, helikopter ini terdapat fenestron atau rotor belakang dalam sirip tertutup yang senyap dengan jarak pisau yang tidak sama sehingga dapat meredam tingkat kebisingan serta memiliki tingkat efisiensi cukup tinggi.

 


Saksikan video di bawah ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya