Liputan6.com, Banda Aceh: Beberapa perusahaan bus antarkota maupun antarprovinsi di Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, seperti PO Kurnia, PO Pelangi, dan travel atau taksi jarak jauh, hanya mengoperasikan 40 persen armada yang ada. Soalnya, para pengusaha bus tersebut mengaku terus merugi menyusul konflik berkepanjangan di Serambi Mekah. Selain itu, sebagian calon penumpang yang hendak ke Medan, Sumatra Utara, atau ke Jakarta, lebih memilih menggunakan angkutan laut yang melayani penumpang setiap satu pekan sekali. Sementara jadwal penerbangan pesawat dari dan ke Banda Aceh, juga meningkat dari tujuh kali menjadi 10 kali dalam sepekan.
Sejumlah pengusaha bus, baru-baru ini, mengungkapkan bahwa sweeping yang dilakukan sekelompok massa masih terjadi di beberapa kawasan di Aceh Timur. Tentu saja, situasi keamanan yang masih rawan itu membuat sebagian calon penumpang mengurungkan niat berpergian dengan bus. Apalagi, antara tahun 2000 hingga akhir 2001 tercatat 13 bus penumpang dan dua bus perusahaan dibakar [baca: Sarana Transportasi di Lhokseumawe Lumpuh].(ANS/Mukhtaruddin Yacob dan Ferry Efendi)
Sejumlah pengusaha bus, baru-baru ini, mengungkapkan bahwa sweeping yang dilakukan sekelompok massa masih terjadi di beberapa kawasan di Aceh Timur. Tentu saja, situasi keamanan yang masih rawan itu membuat sebagian calon penumpang mengurungkan niat berpergian dengan bus. Apalagi, antara tahun 2000 hingga akhir 2001 tercatat 13 bus penumpang dan dua bus perusahaan dibakar [baca: Sarana Transportasi di Lhokseumawe Lumpuh].(ANS/Mukhtaruddin Yacob dan Ferry Efendi)