Kisah Kunjungan Obama pada 2010 dan Letusan Merapi

Pada 2010 saat Obama berkunjung ke Indonesia, lawatannya harus dipercepat karena Merapi.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 24 Jun 2017, 16:00 WIB
Barack Obama akan menyampaikan pidato kunci dalam Kongres Diaspora Indonesia ke-4 pada 1 Juli 2017 di Mall Kasablanka, Jakarta.

Liputan6.com, Jakarta - Tahun 2010 merupakan tahun yang penting bagi Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama. Dirinya kembali melakukan reuni dengan Indonesia, tempatnya menghabiskan masa kecil.

Cuma empat tahun Obama kecil menetap di Indonesia. Namun, kenangannya terhadap Jakarta melekat erat hingga kini.

Saat 2010 lalu, ada cerita menarik mengenai lawatannya. Obama terpaksa mempercepat reuninya dengan rumah masa kecilnya, Indonesia.

Obama mempercepat jamnya bertolak dari Jakarta karena Gunung Merapi meletus dan mengeluarkan abu.

Awalnya, saat Merapi terus erupsi, para pejabat AS memutuskan Air Force One bisa mendarat di Jakarta sesuai jadwal, tetapi Obama harus bertolak lebih cepat dua jam.

Juru bicara Kepresidenan AS, Robert Gibbs mengatakan, pihaknya mempertimbangkan bahwa perangkat perlindungan di pesawat kepresidenan tak bisa mengadang dampak lontaran asap yang dimuntahkan gunung berapi.

Profesor Seismologi dan Volkanologi dari University of North Carolina, Jonathan Lees mengatakan, material lontaran gunung berapi sangat berbahaya bagi pesawat.

"Abu pada dasarnya adalah silika, dan ketika abu ini masuk ke mesin jet pada dasarnya berubah menjadi kaca. Anda bisa membayangkan segumpal kaca di mesin jet," kata dia, seperti dikutip dari CBS News, Rabu (9/11/2016).

Saat Obama kembali ke Indonesia 2017 ini, suasana jauh berbeda. Pesawat yang membawa politikus Partai Demokrat tersebut bersama keluarga mendarat mulus tanpa hambatan apa-apa.

Dilansir dari Antaranews, Sabtu (24/6/2017), pesawat jet carter Gulfstream N50JE yang ditumpangi Presiden Amerika Serikat ke-44 itu mendarat di Bali sekitar pukul 18.52 Wita, Jumat 23 Juni 2017.

Sesaat setelah mendarat, Obama kemudian menuruni tangga pesawat dan langsung disambut Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Komaruddin Simanjuntak, Kepala Polresta Denpasar Komisaris Besar Hadi Purnomo, dan Komandan Pangkalan Udara Ngurah Rai Kolonel Penerbang Wayan Superman.

Didampingi istrinya, Michelle, Obama kemudian memasuki mobil dan keluar melalui pintu sebelah timur di dekat Base Ops Pangkalan Udara Ngurah Rai, jalur yang sebelumnya dilalui Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud saat bertandang ke Bali beberapa waktu lalu.

Dari bandara, mantan orang nomor satu di Amerika Serikat itu kemudian langsung menuju Ubud, di Kabupaten Gianyar, tempat mereka menginap.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya