Tiga Etnis yang Bertikai di Jaktim Berdamai

Sebanyak tiga etnis yang bertikai di Jakarta Timur, yaitu Madura, Banten, dan Betawi, sepakat berdamai dan berjanji tak mengulangi perseteruan. Pihak yang memulai lagi akan ditindak tegas.

oleh Liputan6Diterbitkan 03 Maret 2002, 02:48 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Dalam satu pekan terakhir, dua kasus bentrokan antaretnis terjadi di wilayah Jakarta Timur. Itulah sebabnya, Sabtu (2/3) pagi, Pemerintah Kota Jakarta Timur dan Kepolisian Resor Metro setempat mempertemukan para tokoh dari tiga etnis yang bertikai. Masing-masing adalah Madura, Banten, dan Betawi. Selanjutnya, para tokoh tersebut menandatangani kesepakatan damai dan berjanji tak kembali bertikai di masa mendatang.

Dalam kesepakatan itu, masing-masing pihak menyepakati pula bahwa bila ada yang melanggar perjanjian damai, kelompok tersebut akan ditindak secara hukum. Namun, para tokoh tiga etnis tersebut menghendaki agar tak ada intimidasi dari pihak tertentu.

Seusai pertemuan, Wali Kota Jaktim Andi Mappaganti mengatakan, untuk menindaklanjuti kesepakatan ini akan dibentuk sebuah tim yang melibatkan aparat Pemkot Jaktim, kelurahan, RW setempat serta keluarga besar ketiga etnis tersebut. Sedangkan seorang pejabat Polres Jaktim menegaskan, setelah kesepakatan ini siapapun yang terbukti terlibat kerusuhan akan ditindak tegas. Sejauh ini, polisi masih meneliti adanya upaya provokasi yang menyebabkan timbulnya pertikaian di antara ketiga etnis tersebut.

Ahad pekan silam, etnis Madura dan Banten terlibat pertikaian di kawasan Pasar Kramatjati. Saat itu, penyebab kericuhan dipicu perselisihan antarpedagang [baca: Dua Kelompok di Pasar Kramatjati Nyaris Bentrok]. Sedangkan etnis Madura juga terlibat perselisihan dengan Betawi di Kelurahan Ujung Menteng, Cakung, Rabu malam silam. Perselisihan itu diduga akibat perebutan lahan "polisi cepek" [baca: Warga Betawi dan Madura Nyaris Bentrok].(ANS/Tri Ambarwati dan Gatot Budi Santoso)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya