Cerita Petugas PLN yang Rela Tak Mudik demi Amankan Listrik

Sudah menjadi hal biasa bagi petugas PT PLN (Persero) untuk siap siaga menjaga keamanan listrik selama masa libur Lebaran.

oleh Zulfi Suhendra diperbarui 23 Jun 2017, 11:30 WIB
Petugas PLN memperbaiki Menara Sutet di Jalan Asia Afrika, Jakarta, Rabu (12/8/2015). Pekerjaan tersebut mengandung resiko besar karena jaringan listrik masih dipelihara tanpa dipadamkan. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Liputan6.com, Jakarta Sudah menjadi hal biasa bagi petugas PT PLN (Persero) untuk siap siaga menjaga keamanan listrik selama masa libur Lebaran. Di tengah masyarakat yang menikmati waktu berkumpul bersama keluarga, ada sebagian orang yang masih bekerja, termasuk para pegawai PLN.

Seperti kisah yang dialami oleh Dwi Widodo dan Irvan H, segelintir pegawai PLN yang belum berkesempatan untuk berkumpul dengan keluarga besar di saat Idul Fitri. Keduanya harus mendedikasikan diri untuk menjaga pasokan listrik di Jakarta. Dalam hal ini, unit dinas mereka adalah PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya).

PLN Disjaya merupakan salah satu unit PLN yang menangani pendistribusian tenaga listrik langsung ke konsumen di wilayah Jakarta. PLN Disjaya membawahi 16 Area pelayanan dan 1 Area Pengatur Distribusi (APD). Area pelayanan merupakan kantor PLN yang langsung melayani masyarakat untuk semua kebutuhan dan permasalahan listrik. Adapun APD bertugas mengatur pasokan listrik yang masuk ke wilayah kerja PLN Distribusi Jakarta Raya. Ada 2 bagian penting pada APD dalam mengatur pasokan listrik, yaitu pengawasan di Distribution Control Center (DCC) dan Gardu Induk 20 KV.

Berdasarkan keterangan yang didapat Liputan6.com dari PLN, Dwi Widodo adalah salah satu pegawai PLN yang bertugas mengawasi, mengontrol, dan mengambil tindakan cepat mengevakuasi pemulihan jaringan yang gangguan merupakan tugas utama pegawai PLN di Distribution Control Center (DCC).

Secara terus-menerus 7x24 jam pegawai PLN di DCC mengatur keberlanjutan pasokan listrik di sisi 20 kV dengan sistem shift. Apabila terjadi gangguan pasokan listrik 20 kV, petugas DCC bertugas memulihkan pasokan listrik dengan cara mengalihkan ke jaringan lain agar pelanggan tidak merasakan padam yang lama.

Sementara itu, Irvan H merupakan pegawai PLN yang khusus menangani Gardu Induk (GI) 20 kV. GI ini merupakan ujung tombak pendistribusian tenaga listrik ke pelanggan Tegangan Menengah (TM) dan Tegangan rendah (TR). Satu GI 20 kV terdiri dari beberapa penyulang dan satu penyulang terdiri dari beberapa gardu distribusi.

Kemudian, gardu distribusi tersebut menyalurkan listrik ke pelanggan-pelanggan. Apabila terjadi gangguan di salah satu penyulang, maka beberapa gardu distribusi akan padam sehingga akan ada banyak pelanggan yang mengalami padam. Oleh karena itu, pegawai PLN yang bertugas di gardu induk 20 kV mempunyai tugas yang tidak ringan.

Keduanya harus rela bekerja dan menunda waktunya untuk berkumpul bersama keluarga, karena harus mengembang tugas. Mereka harus memastikan gardu induk 20 kV tersebut dapat menyalurkan tenaga listrik secara optimal.

Pegawai PLN yang bertugas di DCC maupun GI 20 kV sama-sama mempunyai tugas mulia menjaga keandalan pasokan listrik di Ibukota Jakarta selama 7x24 jam. Sekalipun hari raya, mereka tetap ikhlas bekerja demi terjaganya kontinyuitas pasokan listrik untuk senyum pelanggan Jakarta.

Kelistrikan di Jakarta terbagi dalam delapan subsistem, diperkuat dengan 55 gardu induk, 1.874 penyulang dan 13.488 gardu distribusi, serta mampu melayani lebih dari 4 juta pelanggan. Perkiraan beban puncak pada siang hari saat Idul Fitri, yaitu 1.768 MW dan beban puncak pada malam harinya 1.999 MW.

Adapun beban puncak H-1 Idul Fitri diperkirakan 2.224 MW pada siang hari dan 2.213 pada malam hari. Beban listrik saat Idul Fitri di Jakarta berbeda dari beban puncak hari-hari biasa. Pada hari biasa beban listrik di Jakarta lebih tinggi pada siang hari karena banyaknya pelanggan bisnis dan industri yang beroperasi pada siang hari. Sedangkan pada Idul Fitri beban listrik pada malam hari lebih tinggi karena jumlah aktivitas industri di siang hari relatif sedikit.

Mengingat perkiraan beban puncak baik siang maupun malam adalah di bawah beban normal pada hari biasa, maka pasokan daya ke wilayah DKI Jakarta Raya dari Sistem Jawa Bali dalam kondisi aman.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya