Drop Out Sekolah, Pemuda Ini Jadi Jutawan Berkat Bitcoin

Seorang pemuda kini menjadi jutawan setelah drop out dari sekolah yang berinvestasi pada Bitcoin. Seperti apa ceritanya?

oleh Agustin Setyo Wardani diperbarui 24 Jun 2017, 05:00 WIB
Ilustrasi Bitcoin (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang memilih berinvestasi di Bitcoin saat nilai cryptocurrency atau mata uang digital paling populer itu masih rendah.

Meski begitu, Bitcoin dikenal sangat tak stabil dan berisiko. Jadi, hanya orang-orang yang berani ambil risiko saja yang kini bahagia karena keberhasilan Bitcoin. Salah satu contohnya adalah Erik Finman.

Seperti dikutip Tekno Liputan6.com dari Ubergizmo, Sabtu (24/6/2017), Finman bukanlah engineer lulusan universitas terkemuka. Ia adalah siswa yang pernah drop out dari sekolah. Namun kini, Finman justru menyandang status jutawan gara-gara Bitcoin.

Sebenarnya, Finman bertaruh dengan orangtuanya bahwa dirinya bisa menjadi seorang jutawan pada usia 18 tahun tanpa harus kuliah. Ia pun meminta orangtuanya untuk tidak memaksanya kuliah.

Benar saja, saat ini Bitcoin mencapai nilai tertingginya sepanjang sejarah, yakni US$ 2.700 atau sekitar Rp 36 juta. Finman diketahui memiliki 403 Bitcoin dan dengan nilai tersebut, kini ia punya US$ 1.09 juta atau sekitar Rp 14,5 miliar.

Finman mulai berinvestasi pada mata uang cryptocurrency itu sejak 2011, yakni saat nilai Bitcoin hanya US$ 12 atau Rp 160 ribuan. Ia tahu nilai Bitcoin sangat tidak stabil, tapi Finman meyakini masa depan cryptocurrency.

"Secara pribadi, saya rasa Bitcoin akan menjadi sangat berharga hingga ribuan atau jutaan dolar per koin," kata Finman kepada CNBC.

Tak hanya Finman, banyak orang memprediksi bahwa nilai Bitcoin bisa mencapai US$ 100 ribu atau sekitar Rp 1,3 miliar hanya dalam waktu satu dekade.

Saat mulai investasi Bitcoin pada 2011, usia Finman baru 12 tahun. Ia menggunakan uang dari neneknya sebesar US$ 1.000 yakni sekitar Rp 13 juta untuk berinvestasi. Kemudian, ia menjual investasi awal Bitcoin-nya pada 2013, yakni saat satu Bitcoin senilai US$ 1.200 atau setara Rp 16 juta.

Kemudian, ia mengambil uangnya dari Bitcoin sebanyak US$ 100 ribu dan meluncurkan sebuah perusahaan kursus online bernama Botangle. Tak lama, ia pun menjual teknologi Botangle pada seorang investor yang menawarinya US$ 100 ribu atau setara 300 Bitcoin, yakni saat nilai satu Bitcoin sebesar US$ 200 atau sekitar Rp 2,6 juta.

Karena percaya bahwa Bitcoin akan menjadi hal besar di kemudian hari, ia memilih pembayaran dengan Bitcoin. Terbukti, hanya dalam beberapa tahun, nilai Bitcoin yang dimilikinya bisa mencapai jutaan dolar AS.

(Tin/Cas)

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya