Keributan Kembali Terjadi di Ujung Menteng

Ratusan aparat gabungan ditempatkan di Kelurahan Ujung Menteng, Jaktim, untuk meredam aksi massa yang memanas. Tak ada korban jiwa dalam insiden ini, tapi beberapa orang dilaporkan mengalami luka-luka.

oleh Liputan6Diterbitkan 02 Maret 2002, 00:10 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Bentrokan antaretnis Madura dan Betawi yang bermukim di Kelurahan Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur, nyaris pecah, Kamis (28/2) tengah malam. Ratusan aparat gabungan dari Kepolisian Sektor Metro Cakung, Jatinegara, Kampung Makassar, serta Polres Metro Jaktim, dan Kepolisian Daerah Metro Jaya langsung ditempatkan di lokasi untuk meredam aksi yang makin memanas.

Dari pemantauan SCTV, polisi terpaksa melepaskan tembakan berulang kali ke udara untuk membubarkan massa etnis Madura dan Betawi yang terkosentrasi di Jalan Raya Bekasi, Ujung Menteng, Jaktim. Kedua kelompok etnis yang telah melengkapi diri dengan senjata tajam ini sudah berhadapan dalam jarak puluhan meter. Sebelumnya, situasi di kawasan Ujung Menteng, relatif tenang karena kedua kelompok yang bertikai telah membuat kesepakatan damai. Meski demikian, warga setempat tetap berjaga-jaga dengan alasan mengantisipasi kemungkinan bentrokan susulan [baca: Ujung Menteng Tenang].

Keributan kembali terjadi setelah aksi pembakaran sebuah kios dagangan di pinggir jalan dan berlanjut dengan pelemparan botol-botol plastik dan kaca serta bom molotov. Hal ini adalah aksi lanjutan dari kejadian pada Sabtu malam pekan silam, yang dipicu rebutan lahan polisi cepek [baca: Warga Betawi dan Madura Nyaris Bentrok].

Namun demikian, tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya beberapa orang mengalami luka-luka. Kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Sementara, ruas jalan di sekitar lokasi yang sebelumnya lumpuh selama beberapa jam sudah berfungsi kembali, sekitar pukul 02.30 WIB dini hari tadi.

Sebenarnya, kedua pihak yang bertikai masih berharap bisa hidup berdampingan. Mereka juga mendukung upaya pemerintah daerah untuk menjadi mediator dalam pertemuan keduanya yang dijadwalkan Jumat pagi ini. H. Harimin, seorang tokoh warga Madura, misalnya. Ia berharap aparat keamanan bisa meredam bentrokan, karena pada dasarnya warga menginginkan rasa aman. Selain itu, warga Madura juga merasa sudah seperti saudara dengan etnis Betawi karena seiman.

Hal senada juga diungkapkan A. Rafiq, tokoh warga Betawi. Menurut Rafiq, sebenarnya warga Betawi sangat cinta perdamaian. Bahkan, mereka selalu menganggap etnis Madura sebagai saudara seiman. Untuk itu, Rafiq berharap pemerintah dapat mencari jalan tengah untuk menyelesaikan masalah ini.(PIN/Hendy Bernadi dan Gatot Setiawan)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya