Pengendalian Inflasi di Sumut Cukup Terjaga

Tim Kunjungan Spesifik Komisi XI DPR dipimpin Marwan Cik Hasan melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Utara.

oleh nofie tessar diperbarui 15 Jun 2017, 10:10 WIB
Tim Kunjungan Spesifik Komisi XI DPR dipimpin Marwan Cik Hasan melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Utara.

Liputan6.com, Jakarta Tim Kunjungan Spesifik Komisi XI DPR dipimpin Marwan Cik Hasan melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Utara diantaranya membahas kondisi inflasi menjelang hari raya dan strategi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Tim menggelar pertemuan dengan Bank Indonesia dan instansi anggota TPID, BPS dan Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumut. Mengawali pertemuan di Medan Jumat (9/6), Marwan Cik Hasan mengucapkan selamat kepada Ibu Nurhaidah sebagai Dewan Komisioner Keuangan yang sudah memperpanjang pengabdiannya sampai tahun 2022 beserta seluruh jajaran Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Utara.

Kepada Tim Komisi XI, Kepala Kantor Bank Indonesia Prov. Sumut Arief Budi Santoso menjelaskan, dalam 3 tahun terakhir perkembangan inflasi Sumatera Utara cenderung bergerak searah dengan inflasi nasional.

“Kami melihat kemiripan pergerakan yang sangat kuat antara inflasi Sumut dan Nasional, pada tahun 2014 inflasi Sumut (8,2%) dan Nasional (8,4%) sama sama jauh diatas target (4,5+1%) karena adanya kenaikan BBM beserta dengan dampak multiplernya mendorong inflasi sangat tinggi. Pada tahun 2015 inflasi Sumut (3,2%) dan Nasional (3,4%) sama- sama mereda.

Selanjutnya perbedaan signfikan baru terlihat pada tahun 2016 dimana inflasi Sumut mencapai 6,3% ketika inflasi Nasional masuk dalam range target dengan 3,6%. “Salah satu penyebab tinginya inflasi Sumut di tahun 2016 adalah serangan virus kuning yang menyerang sentra produksi cabai merah, akibatnya inflasi cabai merah berkontribusi 40% terhadap total inflasi mendorong inflasi Sumut hingga diatas inflasi nasional,” kata Arief.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi XI dari Fraksi Nasdem Johny G. Plate mengatakan bahwa untuk pengendalian inflasi, institusi yang menyediakan produk bahan pokok baik itu Bulog, maupun Dinas Perdagangan harus memastikan tersedianya supply sesuai dengan kebutuhan konsumennya. Hubungan antara demand dan supply ini penting untuk menjaga agar harga harga tidak naik, sehingga pada gilirannya inflasi bisa ditekan.

“ Laporan dari TPID Sumatera Utara bahwa memang supply dan demand terjaga dengan baik sehingga inflasi bisa di jaga. Walaupun di tahun 2016 inflasinya agak tinggi, tapi year on year di tahun 2017- Mei ini masih sama. Menjelang hari raya ini diharapkan Pemda bekerja sama dengan instrumennya agar menjaga tersedianya kebutuhan pangan khususnya dalam jumlah dan harga yang terjangkau masyarakat,” tegasnya.

Dia juga berharap, jika sampai minggu ke 2 bulan puasa ini, harga itu ada di bawah pengendali pemerintah seperti daging beku 80 rb per kg, maka jangan sampai di sisa paruh kedua bulan puasa, harga-harga ini tidak terjangkau dan kelangkaan kelangkaan komoditas pangan.

“Pemda harus berusaha kuat untuk memastikan bahwa di dalam bulan puasa dan menyambut hari raya ini tidak terjadi kenaikan harga yang tidak terduga.” kata Plate menambahkan.

 

 

(*)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya