Liputan6.com, Tegal: Mantan Presiden Abdurrahman Wahid kembali mengancam akan mengerahkan massa untuk berdemonstrasi di Singapura, jika Menteri Senior Lee Kuan Yew tetap mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. Pemerintah juga harus berani menunjukkan sikap tegas atas tudingan pedas Yew. "Itu akan memperlihatkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia negara berdaulat yang menentang segala bentuk terorisme," kata Gus Dur saat menghadiri acara Tabligh Akbar di Desa Kebasen, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, baru-baru ini.
Gus Dur menegaskan, dirinya tak mempermasalahkan jika pernyataan Yew bahwa Indonesia sebagai sarang teroris hanya sebatas wacana. Namun, jika mantan Perdana Menteri Singapura itu mencampuri urusan dalam negeri Indonesia, Gus Dur menegaskan tak akan tinggal diam. Karena itu, pernyataan Yew dituntut mesti berdasarkan bukti-bukti hukum yang kuat.
Sebelumnya, Gus Dur pernah mengingatkan Yew supaya tak semena-mena menuduh Indonesia sebagai sarang teroris. Bahkan, Gus Dur siap "mengaduk-aduk" Singapura, bila Negeri itu campur tangan dalam urusan dalam negeri Indonesia [baca: Gus Dur Memperingatkan Lee Kuan Yew].(PIN/Sugihartono dan Budi Harto)
Gus Dur menegaskan, dirinya tak mempermasalahkan jika pernyataan Yew bahwa Indonesia sebagai sarang teroris hanya sebatas wacana. Namun, jika mantan Perdana Menteri Singapura itu mencampuri urusan dalam negeri Indonesia, Gus Dur menegaskan tak akan tinggal diam. Karena itu, pernyataan Yew dituntut mesti berdasarkan bukti-bukti hukum yang kuat.
Sebelumnya, Gus Dur pernah mengingatkan Yew supaya tak semena-mena menuduh Indonesia sebagai sarang teroris. Bahkan, Gus Dur siap "mengaduk-aduk" Singapura, bila Negeri itu campur tangan dalam urusan dalam negeri Indonesia [baca: Gus Dur Memperingatkan Lee Kuan Yew].(PIN/Sugihartono dan Budi Harto)