Liputan6.com, Jakarta - Penikmat sepak bola Eropa selalu menantikan cerita saga transfer pada musim panas. Musim 2016/2017 misalnya, pendukung Manchester United (MU) dibuat senang dengan kedatangan gelandang Paul Pogba dari Juventus.
Pogba hijrah ke Liga Inggris dengan memecahkan rekor transfer dunia yakni Rp 105 euro (Rp 1,5 triliun). Sebaliknya, Juve yang mendapat keuntungan dari penjualan tersebut juga menggegerkan Italia dengan merekrut Gonzalo Higuain.
Advertisement
Penyerang asal Argentina tersebut, dibeli dari Napoli dengan harga 90 juta pound, kedua termahal setelah Pogba. Tapi yang paling mengejutkan adalah dua saga transfer yang dipecahkan klub Tiongkok, Shanghai SIPG.
Tim Chinese Super League tersebut melakukan pembelian dengan harga fantastis. Dua pemain Brasil, Oscar dan Hulk jadi pemain termahal ketiga dan keempat dunia lantaran SIPG memboyong mereka dengan masing-masing seharga 60 dan 55,6 juta euro.
Dapat dipastikan saga transfer musim panas ini juga dihiasi klub-klub besar Eropa. Mulai dari Manchester United hingga Real Madrid.
MU sudah memberi sinyal akan melakukan belanja besar-besaran agar tampil lebih kompetitif. Apalagi mereka bakal kembali bermain di Liga Champions.
Sementara Real Madrid membutuhkan penyegaran di lini depan dan penjaga gawang. Sejumlah nama sudah dikaitkan bahkan sejak beberapa bulan yang lalu tapi hingga kini statusnya masih rumor belaka.
Berikut lima transfer saga yang dinanti pecinta sepak bola dunia.
Ivan Perisic
Perisic terus dikaitkan dengan Manchestre United setelah manajer Jose Mourinho mengungkapkan kebutuhannya akan seorang striker tajam. Sosok pemain 28 tahun tersebut dianggap cocok sebagai pengganti Zlatan Ibrahimovic yang cedera.
Nilai jualnya saat ini masih berkisar 30 juta euro (Rp 446 miliar). Kepindahan Perisic akan jadi berita besar karena mengorbankan masa depan Anthony Martial, striker muda MU yang tampil kurang meyakinkan musim lalu.
Bersama Perisic Inter Milan finis di peringkat enam klasemen akhir Serie A dengan mengoleksi 72 gol dan 11 gol diantaranya disumbangkan oleh sang pemain. Angka ini lebih baik dari MU yang hanya mencetak 54 gol dari 38 partai Liga Inggris.