Foto-Foto Kemeriahan Dugder Sambut Ramadan di Semarang

Keren, prosesi Dugder sambut Ramadan di Semarang bukan hanya untuk umat Islam.

oleh Edhie Prayitno Ige diperbarui 26 Mei 2017, 17:20 WIB
Bukan hanya warga muslim yang menyambut gembira datangnya bulan Ramadhan, namun lintas etnis dan lintas agama saling bersalaman. (foto : Liputan6.com / Edhie Prayitno Ige)

Liputan6.com, Semarang - Tradisi Dugder awalnya merupakan sebuah peristiwa budaya yang menandai dimulainya bulan Ramadan. Namun dalam perkembangannya tradisi ini mengalami evolusi, yakni sebagai sebuah peristiwa budaya yang mengundang kegembiraan bagi seluruh warga Semarang.

Evolusi Dugder semakin menemukan bentuknya ketika Kota Semarang dipimpin Wali Kota Hendrar Prihadi. Wali Kota gaul yang juga menjadi selebgram ini, tak segan mengajak seluruh lapisan masyarakat menikmati dan berbagi kegembiraan yang ada.

“Semua momentum budaya harus membawa manfaat lahir batin. Manfaat lahir seperti geliat roda ekonomi dan sebangsanya. Manfaat batin, mengukuhkan dan meneguhkan sikap toleransi antar warga. Jadi momentum Dugder bukan hanya milik umat Islam saja, namun semua harus merasa memiliki,” kata Hendi kepada Liputan6.com, Jumat (26/5/2017).

Berikut foto-foto yang menggambarkan kemeriahan dan kegembiraan warga Semarang menyambut bulan Ramadhan dalam tradisi Dugder.

Tarian Warak dengan latar belakang hiasan Kembang Manggar (bunga kelapa) digelar sebagai pembuka prosesi Dugder. (foto : liputan6.com / edhie prayitno ige)

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memukul bedug, tanda pawai Dugder dimulai. (foto : Liputan6.com / edhie prayitno ige)

Wali Kota Hendrar Prihadi beserta istri, memerankan Kanjeng Bupati Purboningrat, naik kereta terbuka agar bisa saling sapa dengan warga kota. (foto : Liputan6.com / edhie prayitno ige)

Peserta pawai Dugder mengarak warak, binatang imajiner yang disepakati secara budaya merupakan ikon keberagaman kehidupan di Semarang. (foto : Liputan6.com / edhie prayitno ige)

 

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya