3 Pemain Dituduh Gelapkan Pajak, Ini Tanggapan PSG

Markas PSG digerebek polisi karena tiga pemain mereka diduga telah melakukan penggelapan pajak.

oleh Cakrayuri Nuralam diperbarui 24 Mei 2017, 11:30 WIB
Markas PSG digerebek polisi karena tiga pemain mereka diduga telah melakukan penggelapan pajak. (AP Photo/Francois Mori)

Liputan6.com, Paris - Paris Saint-Germain (PSG) mendapat kabar tidak sedap. Markas mereka digerebek polisi karena tiga pemain diduga telah melakukan penggelapan pajak.

Kantor Kejaksaan Keuangan Prancis sudah menyelidiki hal ini sejak Desember 2016. Dua pemain PSG, Angel Di Maria dan Javier Pastore, dituduh sudah memainkan pajak. Bahkan, polisi sudah memeriksa rumah kedua winger asal Argentina tersebut.

Pihak PSG memastikan, kontrak kedua pemain itu tidak bermasalah. Mereka menyatakan ikatan kerja Di Maria dan Pastore tidak menyalahi aturan.

"PSG mengomunikasikan semua informasi dan dokumen yang diminta pada dua pemain itu. Kami menekankan, kontrak kedua pemain ini sudah sesuai dengan kondisi reguler yang sempurna," demikian bunyi pernyataan resmi PSG.

"Klub sudah menunjukkan keaslian dokumen secara sistematis. Kami akan terus menjawab dengan keterbukaan," ucap pernyataan resmi klub yang bermarkas di Paris itu.

Selain Di Maria dan Pastore, striker PSG, Edinson Cavani, dilaporkan media Prancis, Mediapart sudah memainkan pajak setelah mendapat uang dari sponsor barunya, Maltese.

Namun kabar itu  langsung dibantah oleh agen Cavani. "Dia kembali menyangkal dengan keteguhan hati. Tuduhan kepadanya sebagai striker PSG tidak mendasar sama sekali."

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya