Kemenko Maritim Siapkan Peta Jalan Pengelolaan Taman Nasional

Kemenko Maritim menampung masukan masyarakat dalam pengelolaan terpadu taman nasional.

oleh Arthur Gideon diperbarui 23 Mei 2017, 07:45 WIB
Taman Nasional Ujung Kulon (Liputan6.com / Yandhie Deslatama)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) tengah menyiapkan peta jalan (roadmap) pengelolaan terpadu Taman Nasional Laut dan Kawasan Konservasi Perairan Nasional. Untuk menyiapkan peta jalan ini, Kemenko Maritim bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Asisten Deputi Sumber Daya Hayati Kemenko Maritim Andry Wahyono menjelaskan, saat ini proses yang sedang ditempuh adalah konsultasi publik (public participatory). Dalam tahap ini Kemenko Maritim menampung masukan masyarakat pengelolaan terpadu taman nasional.

“Masukan masyarakat sangat diperlukan karena peta jalan ini harus memperhatikan kebutuhan warga sekitar taman nasional, bagaimana taman nasional dan area yang menjadi area konservasi tetap bisa memberi manfaat bagi warga sekitar," jelas dia dikutip dari keterangan tertulis, Senin (22/5/2017).

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim Agung Kuswandono menjelaskan, untuk membuat peta jalan ini setiap kementerian tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Koordinasi dan kolaburasi sangat diperlukan untuk mencapai hasil maksimal. 

"Perlu kolaborasi. Step by step untuk meletakkan konservasi ini on the right track agar bisa dijalankan dan masyarakat sekitar kawasan bisa menikmati secara langsung," tutur dia. 

Penyusunan peta jalan perlu melibatkan banyak pihak karena banyak peraturan yang masih belum harmonis hingga mempersulit implementasinya.

Agung menjelaskan, konsultasi publik diharapkan dapat mengurangi, karena kalau menghilangkan itu tidak mungkin, resistansi saat implementasi.

“Bermuara nanti pada penegakan aturan yang berlaku. Konservasi adalah menjaga kawasan tetap sustain, kita melakukan perlindungan, kelestarian tetapi juga memberi manfaat secara ekonomi," kata dia. (Gdn/Ndw)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya