Polda Jatim Siapkan Polisi Khusus Pemantau Provokator di Medsos

Polda Jatim menginstruksikan jajaran di bawahnya menindak segala bentuk provokasi di medsos.

oleh Dian Kurniawan diperbarui 18 Mei 2017, 20:00 WIB
Gara-gara hoax, sejumlah insiden fatal terjadi. Salah satunya pembakaran 120 rumah di Jawa Barat. (Liputan6.com/Switzy Sabandar)

Liputan6.com, Surabaya - Kapolda Jawa Timur Irjen Machfud Arifin sudah menyiapkan tim khusus (cyber crime) untuk memantau provokator di media sosial (medsos).

"Pengawasan akan kami perketat, terutama yang berbau provokasi di medsos," tutur Kapolda dalam jumpa pers bersama Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Pangdam V Brawijaya, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur di Sidoarjo, Rabu, 17 Mei 2017.

Menurutnya, akhir-akhir ini situasi bangsa semakin disibukkan dengan hujatan, baik dalam bentuk provokasi media sosial maupun lainnya. Hal itu berdampak pada rasa keamanan dan ketertiban masyarakat dalam menjaga keutuhan bangsa.

"Saya lihat itu di YouTube, menghujat, menghina, mengkafirkan, bahkan mengatakan PKI sana-sini. Hal ini justru akan merusak citra berbangsa dan bernegara," katanya.

Untuk melaksanakan instruksi Presiden Jokowi, pihaknya bersama jajaran Polres dan Polsek se-Jawa Timur akan menindak tegas segala bentuk provokasi yang disampaikan kelompok maupun individu. 

"Upaya yang kami lakukan ini untuk merangkul kalangan tokoh agama dan tokoh masyarakat, sehingga pendekatan sejak dini bisa meminimalisir kericuhan yang terjadi dalam negeri ini," ujar Kapolda.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya