Liputan6.com, Jakarta - Berapa jam Anda bekerja dalam sehari? Di Indonesia, jam kerja yang biasanya berlaku adalah 9 to 5, 9 to 6, 8 to 5, atau 7 to 4. Angka-angka tersebut diartikan masuk pukul 9 lalu pulang pukul 5 dan seterusnya.
Dalam seminggu, orang Indonesia bisa bekerja 45-50 jam sehari belum termasuk lembur. Waktu kerja ini juga belum termasuk waktu perjalanan yang biasanya memakan waktu berjam-jam karena terjebak macet, khususnya di perkotaan besar.
Advertisement
Jam kerja orang Indonesia mirip dengan warga Amerika. Secara tradisional, warga Amerika menghabiskan 40 jam di kantor seminggu. Namun berdasarkan survei Gallup, waktu rata-rata bekerja mereka menjadi 47 jam seminggu. Dengan 21 persen bekerja antara 51-59 jam per minggu dan 18 persen bekerja lebih dari 50 jam seminggu.
Meski demikian angka ini jauh lebih rendah dari pekerja jepang yang dalam sehari bisa menghabiskan 12-18 jam di kantor alias 60-90 jam seminggu.
Bahkan pemerintah di sana membentuk program Premium Friday, di mana karyawan akan menerima amplop berisi uang tunai 3.200 yen (hampir Rp 400 ribu) jika meninggalkan mejanya pada 15:00 setiap hari Jumat di minggu pertama.
Ada negara yang punya jam kerja panjang, ada juga negara yang punya jam kerja pendek. Uniknya, negara-negara yang punya jam kerja pendek ini termasuk negara maju. Negara apa saja? Berikut ulasannya seperti dikutip dari Cekaja.com:
8. Irlandia
Warga Irlandia patut lega karena mereka punya work life balance alias keseimbangan hidup yang baik. Rata-rata pekerja di irlandia menghabiskan 39 jam seminggu. Irlandia juga menerapkan aturan yang melarang karyawan bekerja lebih dari 48 jam dalam seminggu.
7. Rusia
Setelah Uni Soviet pecah, Rusia ingin menunjukkan bahwa warganya termasuk pekerja keras namun tetap memperhatikan keseimbangan hidup. Rata-rata orang Rusia menghabiskan 40 jam di kantor. Sama seperti di Irlandia, negara ini juga punya aturan yang melarang perusahaan mempekerjakan karyawan lebih dari 50 jam seminggu.
Meski aturannya lebih lama dua jam dibandingkan Irlandia, orang Rusia patut gembira karena dapat jatah cuti berbayar 28 hari dalam setahun.
Jerman
6. Jerman
Jerman terkenal dengan teknologi medisnya. Negara ini juga punya rata-rata tingkat pengangguran yang rendah. Rata-rata pekerja di sana hanya bekerja 35 jam saja dalam seminggu.
5. Swedia
Negara ini awalnya mencoba aturan 6 jam di kantor sebagai eksperimen sosial. Hasilnya ternyata karyawan justru lebih produktif setelah jam kerja mereka dipangkas.
Sebagai negara yang menjunjung tinggi keseimbangan hidup dan kebahagiaan warganya, aturan ini pun diberlakukan secara luas. Hanya 1 persen saja yang bekerja lebih dari 50 jam seminggu.
4. Norwegia
Tetangga Swedia, Norwegia, juga menepati rangking tertinggi dalam jaajran negara-negara dengan karyawan terbahagia di dunia.
Memiliki geografi dan kebudayaan yang hampir sama dengan Swedia, jam kerja rata-rata di negara ini ada di angka 36-38 jam seminggu. Karyawan di sana tidak diperbolehkan ada di kantor lebih dari 9 jam dalam sehari.
Belgia
3. Belgia
Negara-negara di Eropa memang terkenal dengan work-life balance. Belgia juga salah satunya. Rata-rata karyawan di negara ini menghabiskan 35 jam dalam seminggu. Belgia juga menerapakan aturan soal jam kerja (antara pukul 06.00 dan paling malam pukul 20.00) dan melarang kerja di hari Minggu.
2. Denmark
Rata-rata warga Denmark bekerja 37 jam dalam seminggu. Lebih spesifiknya, wanita di sana bekerja 35 jam dalam seminggu dan pria 41 jam seminggu. (Baca juga: Punya Bos yang Pelit Berikan Cuti Liburan? Pakai Trik Ini)
1. Belanda
Belanda ada di peringkat pertama di urutan negara dengan kehidupan pekerja terbaik versi OECD index. Uniknya, rata-rata waktu kerja di Belanda adalah 40 jam seminggu yang artinya tidak jauh berbeda dengan Indonesia.