IHSG Naik Terbatas di Awal Sesi Perdagangan

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 5,7 poin ke level 5.681 pada Rabu pekan ini.

oleh Agustina Melani diperbarui 03 Mei 2017, 09:13 WIB
Pekerja mengecek layar indeks saham gabungan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (4/4). Pada pemukaan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini naik tipis 0,09% atau 4,88 poin ke level 5.611,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau mengikuti gerak bursa saham global. Namun, penguatan IHSG baru terbatas di awal sesi perdagangan.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Rabu (3/5/2017), IHSG naik tipis 5,7 poin atau 0,10 persen ke level 5.681,59. Penguatan IHSG berlanjut pada pembukaan pukul 09.00 WIB.

IHSG naik 9,07 poin atau 0,16 persen ke level 5.684,88. Indeks saham LQ45 menguat 0,09 persen ke level 941,65. Sebagian besar indeks saham acuan melemah.

Ada sebanyak 89 saham menguat sehingga dorong penguatan IHSG. Sedangkan 44 saham melemah. 85 saham lainnya diam di tempat. Pada awal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.686,82 dan terendah 5.675,52.

Transaksi perdagangan saham 6.779 kali dengan volume perdagangan 169,8 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 243,6 miliar. Investor asing melakukan aksi beli Rp 58,26 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.293.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham infrastruktur turun 0,99 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Sektor saham barang konsumsi naik 0,54 persen, dan cetak penguatan terbesar. Disusul sektor saham tambang mendaki 0,38 persen dan sektor saham manufaktur melonjak 0,34 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham MINA menguat 25 persen ke level Rp 300 per saham, saham ASJT melonjak 7,56 persen ke level Rp 1.280 per saham, dan saham ADMG mendaki 6,95 persen ke level Rp 200 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham INTA merosot 20 persen ke level Rp 360 per saham, saham VOKS tergelincir 9,09 persen ke level Rp 1.600 per saham, dan saham SMDR susut 7,11 persen ke level Rp 5.875 per saham.

Bursa Asia pun cenderung naik. Indeks saham Shanghai menguat 0,02 persen ke level 3.144,20, indeks saham Singapura melonjak 0,54 persen ke level 3.228,71, dan indeks saham Taiwan mendaki 0,25 persen ke level 9.966.

Dalam riset PT Mandiri Sekuritas, IHSG akan cenderung terkoreksi. IHSG akan berada di kisaran 5.650-5.726 pada Rabu pekan ini.

Berdasarkan laporan PT Ashmore Assets Management Indonesia, IHSG melemah 0,17 persen pada perdagangan saham Selasa kemarin. Penurunan IHSG didorong sektor tambang. Hal itu didorong saham PT United Tractors Tbk (UNTR), saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM).

 

 

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya