Menengok Klub Buku dan Film SCTV

Klub Buku dan Film SCTV menjadi komunitas yang bermanfaat buat orang banyak. Diharapkan bisa menjadi referensi bagi para pencinta buku dan film.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Agustus 2010, 23:53 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Awalnya hanya obrolan ringan di ruang redaksi Liputan 6. Sejumlah karyawan yang mempunyai kesamaan minat dalam buku dan film merasa perlu membuat komunitas. "Kami ingin suatu saat nanti Klub Buku dan Film SCTV bisa menjadi sarana referensi untuk pencinta buku," ujar Miko Toro, awak redaksi Liputan 6, sekaligus koordinator Klub Buku dan Film SCTV.

Tak hanya menjadi referensi, kata Miko, klub yang dibentuk 14 November 2008 ini juga diharapkan bisa menjadi masukan terhadap penilaian pembaca buku di Indonesia--sebelum maupun sesudah membaca buku yang direkomendasikan. "Pokoknya, klub ini harus bermanfaat bagi orang banyak, baik karyawan SCTV maupun masyarakat luas," ujar Miko. 

Obrolan ringan penggagas klub membuahkan hasil. Sejumlah penerbit dan toko buku mulai tertarik menjalin kerja sama. Sejak saat itulah Klub Buku dan Film SCTV menggelar berbagai acara, dari diskusi hingga membedah buku yang baru diterbitkan.

Satu di antara acara yang pernah digelar adalah bedah buku "Bencana Finansial" terbitan Kompas. Dalam acara itu, peserta diskusi seru membahas masalah seputar krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat tapi berdampak bagi masyarakat Indonesia. Belakangan, banyak masyarakat menjadikan hasil diskusi itu sebagai kiat menyiasati krisis ekonomi.

Sejak saat itu, serangkaian acara terus dilakukan. Anggota Klub Buku dan Film SCTV juga terus bertambah. Serius tapi santai. Santai tapi tetap serius. "Pokoknya seru, banyak becandanya, tapi tetap bermanfaat," kata Miko.(ULF)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya