Adu Ketangkasan Supermoto di Trek Aspal

Populasi pegiat Supermoto di Tanah Air terus tumbuh.

oleh Septian Pamungkas diperbarui 18 Apr 2017, 20:36 WIB
Aksi pebalap Indonesia, Diva Ismayana (226) mencoba menjauhi Mohd Al Amirul, pebalap Malaysia pada ajang FIM Asia Supermoto 2016 di Kompleks Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (9/10/2016) (Bola.com/Reza Bachtiar)

Liputan6.com, Jakarta - Pegiat supermoto di Tanah Air semakin banyak. Itu bisa dibuktikan lewat populasinya yang terus berkembang di seluruh penjuru nusantara lewat komunitas-komunitas hingga event-event yang sering terselenggara.

Lewat ajang bertajuk "76 Trial Game Asphalt" penggemar Supermotor ditantang untuk membuktikan diri di kompetisi ini. Syaratnya, motor yang digunakan merupakan berbasis motor trail tulen. Bukan motor bergenre lain yang dimodifikasi Supermoto.

Tjahyadi Gunawan selaku promotor Genta Auto & Sport menyebutkan, event ini digelar dengan berkaca pada event Supermoto di Filipina dan Thailand. Jenis motor yang digunakan motor trail jenis Supermoto dan lintasan yang digunakan hanya aspal, tidak trek offroad.

Lintasan aspal dipilih bukan tanpa alasan. Menurut Tjahyadi, pihaknya tidak ingin seperti kejuaraan serupa yang berlangsung di Malang terjadi pada event ini. Pasalnya saat itu, lintasan yang digunakan ada dua, yakni tanah dan aspal. Saat berlangsung balap hujan turun dan terpaksa trek offroad tidak digunakan karena dianggap berbahaya lantaran tanah yang menempel pada ban akan mengganggu cengkraman roda saat di trek aspal.

"Dari pada kita menanggung risiko seperti itu, kita pastikan saja kalau mau balap lumpur bisa di Trail Game, kalau mau balap aspal bisa di Trail Game Asphalt," katanya saat konferensi pers di Senayan City, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Sedikitnya ada dua kelas yang dilombakan, yakni Kelas Utama dan Kelas Pendukung. Kelas utama terdiri dari FFA 450 dan FFA 250. Sementara Kelas Pendukung meliputi Trail 175 Open, Trail 250 Open, Enduro 250 Non Pro, Trail 250 Non Pro, Trail 175 Komunitas, Trail Regional Non Pro dan FFA 450 Master.

Adapun kategori pembalap yang bisa diikuti di antaranya Pro, Non Pro, Komunitas dan Master. Mario, perwakilan 76 mengatakan, kategori Pro diisi pembalap aktif baik dari motocross, roadrace ataupun grasstrack.

"Kalau Non Pro, mereka-mereka yang sudah pensiun balap (3 tahun terakhir) tapi masih ingin berkompetisi. Sementara Komunitas, diisi anggota komunitas yang belum pernah ikut kejuaraan balap. Sedangkan Master merupakan pembalap Non Pro di atas 35 tahun," ujarnya di tempat yang sama.

Menariknya, Gerry Salim, pembalap roadrace yang kini tengah bertarung di level internasional ikut meramaikan kejuaraan ini. Selain itu, adapula Ivan Harry Kurniawan, crosser peringkat 2 nasional.

Kejuaraan ini berlangsung sebanyak tiga seri dengan satu Special Race yang rencananya berlangsung 20-21 April di Stadion Manahan, Solo. Sementara seri 1 bergulir 25-26 Agustus di Lapangan Kanjuruhan, Malang. Seri 2 pada 20-21 Oktober di Mandala Krida, Yogyakarta dan Seri 3 pada 24-25 November di GOR Satria, Purwokerto.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya