Survei Indomatrix: Ahok - Djarot Unggul di 4 Kota

Elektabilitas Ahok-Djarot 46,17 persen. Sedangkan Anies-Sandiaga 48,40 persen.

oleh Putu Merta Surya Putra diperbarui 13 Apr 2017, 17:53 WIB
Pasangan Ahok-Djarot bersalaman dengan Anies-Sandi usai Debat Cagub DKI Jakarta putaran ketiga di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (10/2). Tema debat ke-3 terkait masalah kependudukan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.(Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Baru-baru ini lembaga survei Indomatrix, menggelar survei untuk melihat elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Hasilnya, paslon nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat unggul dari lawannya, paslon nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Elektabilitas Ahok-Djarot 46,17 persen. Sedangkan Anies-Sandiaga 48,40 persen. Sementara tidak tahu atau tidak jawab 5,44 persen.

Direktur eksekutif Indomatrix Husen Yazid mengatakan, Ahok-Djarot unggul di empat wilayah. Sedangkan Anies-Sandiaga Uno hanya di dua wilayah kabupaten/kota.

"Ahok unggul di 4 kabupaten/kota yaitu Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu. Sedangkan Anies di dua wilayah, yaitu Jakarta Selatan dan Jakarta Timur," ucap Husen saat merilis hasil survei, Kamis (13/4/2017). 

Indomatrix menggelar survei pada 1 sampai 8 April 2017, dengan melibatkan 1.250 responden.

Berikut hasil survei Indomatrik di 6 wilayah DKI Jakarta:

1. Jakarta Barat
Ahok-Djarot: 49,75 persen
Anies-Sandi: 47,90 persen
Tidak tahu/tidak jawab: 2,35 persen

2. Jakarta Pusat
Ahok-Djarot: 50,55 persen
Anies-Sandi: 47,78 persen
Tidak tahu/tidak jawab: 1,67 persen

3. Jakarta Selatan
Ahok-Djarot: 39,90 persen
Anies-Sandi: 53,75 persen
Tidak tahu/tidak jawab: 6,35 persen

4. Jakarta Timur
Ahok-Djarot: 40,27 persen
Anies-Sandi: 56,74 persen
Tidak tahu/tidak jawab: 2,99 persen

5. Jakarta Utara
Ahok-Djarot: 50,67 persen
Anies-Sandi: 42,95 persen
Tidak tahu/tidak jawab: 6,38 persen

6. Kepulauan Seribu
Ahok-Djarot: 45,85 persen
Anies-Sandi: 41,25 persen
Tidak tahu/tidak jawab: 12,90 persen

Dari angka tersebut, Husen mengatakan, perlu ada strategi khusus untuk bisa meraih kemenangan. Dia menyebut paslon harus menggunakan cara 3 in 1.

"Tiga adalah harus mampu menarik suara basis massa Agus-Sylvi. lalu harus mampu memikat suara golput, dan harus berani bermanuver menarik suara basis lawannya. Yang satu, itu wajib mempertahkan suara yang didapatkan di putaran pertama," tutur Husen.

Meski begitu, lanjut Husen, hal ini tak bisa menjadi jaminan. Karena, jika dilihat dari margin of error kurang lebih 2,8 persen, dengan metode multistage random sampling, semuanya belum pasti.

"Walaupun Anies-Sandi unggul, tapi kemudian jika melihat margin of errror kurang lebih 2,8 persen, ini tidak bisa disimpulkan siapa yang unggul. Teori statistiknya seperti itu," jelas Husen.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya