Liputan6.com, Jakarta Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Tubagus Hasanuddin menilai kinerja cagub dan cawagub petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat cukup baik.
Oleh karena itu, ia menegaskan pasangan Ahok-Djarot merupakan dua sosok yang tepat guna melanjutkan kepemimpinannya di DKI Jakarta.
Advertisement
Mengenai kepemimpinan, lanjut Hasanuddin, Ahok dan Djarot selama ini telah menunjukan hasil yang memuaskan, terutama dalam melakukan reformasi birokrasi di DKI Jakarta yang dianggapnya telah memberikan dampak baik bagi Jakarta.
“Ahok-Djarot berhasil melakukan banyak terobosan pada sistem birokrasi, dari manajemen kepegawaian pemerintah, pengelolaan dan aset daerah, pelayanan dan perizinan,” ujar Hasanuddin.
Ahok dan Djarot, lanjut Hasanuddin, memiliki komitmen dalam memberantas praktik korupsi, terutama korupsi di lingkungan birokrasi Pemprov DKI Jakarta. Terlebih lagi, Jakarta merupakan kota besar yang dianggap sebagai etalase negara Indonesia. Hasilnya, kata Hasanuddin, Ahok berhasil meraih penghargaan dari Bung Hatta Anti Corruption pada 2013.
Di sisi lain, Ketua Dewan Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) 2013, Betti Alisjahbana mengatakan, Ahok dinilai telah menggagas ide-ide orisinil dalam melakukan reformasi birokrasi pelayanan publik dan penguatan institusi pengawasan internal.
Tidak hanya itu, Ahok juga dianggap berhasil menciptakan beberapa ide untuk memberantas korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mulai dari kerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menciptakan sistem transaksi keuangan yang transparan (non-cash transaction).
tak hanya itu, pasangan tersebut juga dianggap telah memberikan penerapan sistem pajak online, serta ide pemasangan CCTV di pusat layanan masyarakat, seperti di kecamatan, kelurahan, hingga puskesmas di wilayah DKI Jakarta.
Hasanuddin menganggap rekam jejak Ahok di Belitung Timur dan Djarot di Blitar dalam memberantas korupsi sudah tidak diragukan lagi.
“Ahok-Djarot berhasil mendapatkan penghargaan Bung Hatta Anti Corruption award pada tahun 2013. Ini adalah satu bukti konkrit yang patut diapresiasi, tentu tidak semua kepada daerah mendapatkan penghargaan ini," ujar Hasanuddin.
Untuk mewujudkan Jakarta yang lebih baik, tambahnya, kepemimpinan Ahok-Djarot konsisten mengusung kejujuran dalam bekerja. Nilai-nilai tersebut sudah dibawa Ahok-Djarot sejak lama. Terutama dalam proses mereka menjadi pelayan negara di DPRD, DPR, Pemerintah Kota dan Kabupaten dan terakhir Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.
“Semakin hari, kita semakin melihat, bahwa pemimpin jujur seperti Ahok-Djarot sangat langka. Terobosan-terobosan yang dilakukan oleh Ahok-Djarot merupakan bukti bahwa Ahok-Djarot adalah pelayan rakyat, ini adalah fakta yang sudah dibuktikan selama ini,” paparnya.
Berdasarkan fakta atas keberhasilan kinerja dan integritasnya, Hasanuddin menghimbau rakyat Jakarta tak goyah dalam memilih pasangan Ahok-Djarot.
"Mari kita serahkan semuanya kepada rakyat Jakarta, karena dalam pilkada ini rakyat Jakarta lah yang mempunyai hak dalam menentukan nasibnya untuk 5 tahun ke depan, bukan ditentukan oleh orang orang di luar Jakarta," tegas dia.
(*)