Kisah Helga Angelina, Pencetus Restoran Sehat Burgreens

Ide pembuatan restoran ini berawal dari pengalamannya pribadi. Ia mengaku kesehatannya meningkat setelah memutuskan menjadi vegan

oleh Vina A Muliana diperbarui 11 Apr 2017, 15:26 WIB
Helga Angelina Tjahjadi

Liputan6.com, Jakarta Kesadaran tinggi untuk bisa hidup sehat menjadi titik awal kesuksesan yang direguk oleh Helga Angelina. Dara berusia 26 tahun ini merupakan penggagas restoran yang menyajikan berbagai menu sehat. Karena hal itu, Helga menjadi salah satu penerima Anugerah Perempuan Hebat Liputan6.com 

Adalah Burgreens, restoran yang dijalankan Helga sejak 4 tahun lalu. Helga bukan hanya menjual makanan yang ramah untuk kesehatan, ia juga mempromosikan pentingnya menerapkan pola hidup sehat bagi semua golongan masyarakat.

Ide pembuatan restoran ini berawal dari pengalamannya pribadi. Saat masih remaja, Helga mengaku badannya sangat rentan sakit. Ia juga tak pernah lepas dari obat-obatan agar mampu beraktivitas normal.

Semua itu berubah sejak Helga mencoba untuk mengkonsumsi makanan sehat dan memutuskan untuk menjadi seorang vegan, sebutan seorang vegetarian. Di9a juga menjaga pola makan hingga tak lagi harus bergantung pada asupan obat-obatan. Helga pun merasa badannya semakin sehat.

"Dalam 2 tahun ternyata penyakit saya sembuh penyakit yang belasan tahun ga sembuh-sembuh jadi sembuh akhirnya dari situ saya jadi sangat passionate tentang healthy food," tutur Helga pada Liputan6.com

Berbekal dari situ, ia ingin berbagi pengalaman dengan orang lain. Caranya, dengan membuka bisnis makanan sehat. Saat sedang menuntaskan kuliahnya di Belanda, ia bertemu dengan Max Mandias yang kini menjadi suaminya. Kebetulan, si suami ini senang masak. Bersama Max, Helga pun memutuskan untuk membuka restoran Burgreens.

"Kan makanan punya impact besar untuk kesehatan kita keberlanjutan lingkungan, nah di Indonesia orang-orang enggak mikirin sampai situ. Jadi kita kepikiran pengen bikin makanan sehat yang konsepnya fast food jadi menunya bisa diterima masyarakat umum yang belum tentu makan sehat dari situ kepikiran burger greens healthy fast food," tuturnya.

Sejak awal dibuka pada November 2013 lalu, Burgreens mendapat sambutan hangat dari masyarakat, terutama mereka yang menginginkan makanan sehat. Di sni juga kerap diadakan acara yang mengundang komunitas vegetarian.

Meski bergerak dalam dunia Food and Beverages, Helga menuturkan bahwa bisnis restoran yang dijalaninya masuk dalam konsep wirausaha sosial. Selain menjual makanan sehat, Helga dan Max juga memiliki cita-cita besar untuk bisa memberdayakan petani lokal dan wanita dalam produksinya. 

"Kita beroperasi sebagai social enterprise atau wirausaha sosial jadi kita punya misi sosial ingin memberdayakan petani lokal dan wanita di dalam responsible supply chain. Jadi ke depannya rencananya kita ingin mencapai visi tersebut dengan membuka cabang sebanyak mungkin di tempat strategis sehingga di manapun orang bisa menemukan opsi makanan sehat mereka bisa menemukan opsi makanan sehat dan itu burgreens," cerita Helga.

Banyak suka duka yang dirasakan Helga dalam menjalani bisnis. Namun ia tetap teguh untuk menjalankan apa yang sudah dimulainya demi bisa terus mengkampanyekan hidup sehat dan berkontribusi untuk perbaikan lingkungan.

"Peternakan hewan atau meat base diet itu adalah salah satu penyebab utama perubahan iklim. Lewat Burgreens saya bisa mempromosikan gaya hidup sehat dan menujukkan kecintaan saya terhadap lingkungan." katanya.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya