Beli Listrik 375 MW, PLN Bisa Hemat Rp 1,1 Triliun Per Tahun

PLN membeli listrik dari PT Medco Ratch Power Riau dan PT Minahasa Cahaya Lestari

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 08 Apr 2017, 13:48 WIB
Progress sebaran pembangkit listrik dan jaringan tranmisi yang telah dibangun PT. PLN demi program 35.000 MW untuk Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta PT PLN (Persero) telah berkomitmen membeli listrik dari PT Medco Ratch Power Riau yang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Riau berkapasitas 275 Megawatt (MW) dan PT Minahasa Cahaya Lestari untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sulut-3 berkapasitas 2x50 MW. Sehingga total listrik yang akan dibeli PLN berkapasitas 375 MW.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, PLN telah menandatangani kontrak jual beli listrik swasta (Power Purchase Agreement/PPA) dengan kedua perusahaan tersebut. Setelah PPA ditandatangani, masing-masin perusahaan harus mendapatkan pendanaan proyek dalam jangka waktu maksmimum 12 bulan sejak tanggal efektif PPA.

"Pengembangan kedua proyek ini dilakukan dengan skema tanpa adanya penjaminan pemerintah Indonesia. Sehingga pembiayaan kedua proyek ini mengandalkan ekuitas perusahaan sendiri dan pinjaman dari dalam maupun luar negeri," kata Sofyan, di Jakarta, Sabtu (8/10/2017).

Pembangunan PLTGU Riau yang menelan investasi US$ 300 juta terletak di Kelurahan Sail, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau. Pekerjaan konstruksi termasuk pembangunan fasilitas pipa gas sepanjang 43 kilometer dan jaringan transmisi diperkirakan memakan waktu 36 bulan dan dijadwalkan beroperasi (Commercial Operation Date/COD) 2021.

Energi listrik yang dibangkitkan setiap tahunnya sebesar ±1.446 GWh, dan akan disalurkan ke Sistem Ketenagalistrikan Sumatera Bagian Tengah dan Selatan melalui jaringan transmisi 150 kV (SUTT) ke GI 150 kV Tenayan dan GI 150 kV Teluk Lembu milik PLN.

Secara keekonomian, PLTGU Riau layak untuk dibangun mengingat perbandingan harga jual beli tenaga listrik dengan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) pembangkitan sistem ketenagalistrikan wilayah tersebut pada 2016 adalah sekitar 64 persen. Proyek ini nantinya dapat memberikan potensi penghematan untuk PLN sekitar Rp 700 Miliar per tahun.

Sedangkan PLTU Sulut-3 akan dibangun di Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Investasi pembangunan pembangkit ini mencapai US$ 215 juta. Untuk membangun konstruksi dan jaringan transmisi 7 kilo meter selama 39 bulan. COD pembangkit dijadwalkan pada pertengahan tahun 2020. Listik dari PLTU ini akan disalurkan ke sistem kelistrikan Suluttenggo dengan jaringan 150 kV dan GI 150 kV Kema sebesar ±700 GWh per tahun.

PLTU Sulut-3 selain layak untuk dibangun dengan membandingka harga jual beli dibandingkan dengan BPP setempat, proyek ini juga akan memberikan potensi penghematan sekitar Rp 422 miliar pertahun.

Dengan demikian, penghematan yang bisa diraih PLN sekitar lebih dari Rp 1 triliun (Rp 700 miliar ditambah Rp 422 miliar)

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya