Liputan6.com, Jakarta Istilah "satu ukuran kondom, cocok untuk semua" sepertinya kuno. Sebuah perusahaan kondom di Eropa memperkenalkan 56 kondom dengan ukuran berbeda.
Studi membuktikan, penggunaan kondom yang tidak sesuai bisa menyebabkan slip dan risiko kebocoran atau kerusakan. Hal ini mungkin mendukung upaya perusahaan tersebut.
Advertisement
Seperti dilansir Popsugar, Kamis (29/3/2017), kondom berbagai ukuran ini disebut myONE dan akan mencakup berbagai kombinasi seperti delapan kondom panjang dan sembilan kondom lebar. Menurut perusahaan, ukuran dipilih berdasarkan data dari TheyFit, merek Eropa One Condoms.
"Dalam sebuah studi yang melibatkan 820 orang yang dilakukan oleh para peneliti Indiana University, kebanyakan kondom yang dipasang pecah karena satu ukuran," ujar One Condoms.
Perusahaan melaporkan, kondom yang tidak pas dapat mengakibatkan hilangnya ereksi, sensitivitas, dan kesulitan mencapai orgasme.