Honda Masih Usaha Penuhi Permintaan McLaren

Honda mengaku sejauh ini masih terus berusaha menyelesaikan masalah pada mesin yang dipakai McLaren.

oleh Rio Apinino diperbarui 27 Mar 2017, 12:41 WIB
Head of F1 project Honda, Yusuke Hasegawa (Foto: f1fanatic.co.uk).

Liputan6.com, Melbourne - Serangkaian kritik dilancarkan oleh tim balap Formula1, McLaren, terhadap Honda selaku pemasok tunggal mesinnya. Menurut McLaren, satu-satunya kelemahan mereka adalah mesin, dan Honda tak segera bisa memperbaikinya.

Ini kembali terulang dalam Australian Grand Prix, Minggu (26/3/2017) kemarin. Dua pembalap McLaren, termasuk pembalap tenar Fernando Alonso, hanya mampu bertengger di posisi 13 dan 14, tanpa meraih poin sama sekali.

Melihat hasil yang mengecewakan itu, Head of F1 project Honda, Yusuke Hasegawa, akhirnya angkat bicara. Ia secara implisit mengatakan bahwa memang sampai sekarang belum mampu menyelesaikan masalah, meski telah banyak hal telah dilakukan.

"Masalah kami selama tes, setiap alasan dari tiap masalah, telah kami coba perbaiki dengan memodifikasi mesin. Tapi dari sudut performa, kami masih tetap berjuang untuk menghasilkan lebih banyak tenaga," terangnya, dikutip dari express.co.uk.

Menurutnya, kegagalan di Australia kemarin murni persoalan tenaga, bukan lagi soal keandalan mesin. Menurutnya dua hal itu berbeda.

"Sebetulnya ini (saat musim balap dimulai) berbeda dengan situasi saat tes. Tapi saya pikir isu keandalan mesin sudah diperbaiki," terangnya. Soal tenaga yang kerap dikeluhkan Alonso, Hasegawa mengaku akan segera menyelesaikannya.

"Saya tidak bisa jamin kapan kami bisa dapat power, tapi secepatnya kami akan coba memperkenalkan spesifikasi baru untuk itu. Tapi tentu itu bukan pekerjaan satu hari (membutuhkan waktu lama)," tambah pria asal Jepang ini.

Diberitakan sebelumnya, McLaren diisukan telah membuat beberapa langkah pendahuluan untuk beralih menggunakan power unit Mercedes. McLaren diyakini bakal "menceraikan" Honda jika mereka tidak juga mampu menyelesaikan masalah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya