Driver Ojek Online Asal Depok Diadang Polisi Saat Menuju Bogor

Untuk mencegah terjadinya bentrokan antara pengemudi online dengan sopir angkot, polisi meminta mereka untuk kembali ke Depok.

oleh Achmad Sudarno diperbarui 21 Mar 2017, 17:31 WIB
Ojek online dari Depok

Liputan6.com, Bogor - Ratusan driver ojek online asal Kota Depok yang diduga akan melakukan aksi balasan terhadap sopir angkot di Bogor diadang polisi. Pengadangan dilakukan di flyover Cibinong, Kabupaten Bogor saat konvoi menuju kawasan Cileungsi, Selasa siang (21/3/2017).

Kepala Polisi Sektor Cibinong Kompol Hida Tjahyono membenarkan ada ratusan driver ojek online hendak melakukan aksi balasan terhadap sopir angkot di Cileungsi.

Rencana penyerangan itu setelah adanya kabar bahwa salah satu pengemudi ojek online asal Depok dipukul oleh sopir angkot yang sedang melakukan sweeping di kawasan Cileungsi.

"Mereka itu datang ke Bogor karena mendapat informasi jika rekannya sesama pengemudi ojek online dianiaya oleh sopir angkot," kata Hida.

Untuk mencegah terjadinya bentrokan antara pengemudi ojek online dengan sopir angkot, polisi meminta mereka untuk kembali ke Depok.

Upaya polisi untuk mengadang pengemudi ojek online sempat gagal dan mereka berusaha merangsek barikade polisi. Akan tetapi, setelah diberi penjelasan, akhirnya sebagian besar diver ojek online memutuskan kembali ke Depok.

"Awalnya mereka sempat tidak percaya bahwa informasi itu hoax. Tapi setelah diberi penjelasan akhirnya mereka kembali ke Depok," terang dia.

Sementara situasi di wilayah Cileungsi tepatnya di flyover berangsur kondusif.

Sebelumnya, sejumlah sopir angkot melakukan aksi sweeping terhadap sopir angkutan umum dan pengemudi ojek online. Situasi di Cileungsi sempat mencekam karena beredar kabar akan adanya perlawanan dari pengemudi ojek online.

Sejumlah pengemudi angkot mencopot jaket dan helm milik pengemudi ojek online. Begitu juga sopir angkutan umum dipaksa berhenti beroperasi dan penumpang diminta untuk turun.

Aksi unjuk rasa ini untuk menolak keberadaan angkutan umum berbasis online di wilayah Bogor. Karena selain ilegal juga berakibat menurunnya pendapatan sopir angkot.

Hingga saat ini ratusan petugas gabungan dari Polres Bogor, Polsek, Brimob Polda Jawa Barat dan TNI masih disiagakan di sejumlah titik di Kota dan Kabupaten Bogor terutama di daerah perbatasan yang dianggap rawan terjadi demo sopir angkot yang meminta ojek online beroperasi.

"Setelah diberikan arahan, demo sopir angkot berangsur kondusif," kata Kapolsek Cileungsi Kompol Jaka Mulyana.

Saat ditanya perihal beredarnya video sopir ojek online yang dianiaya oleh sopir, dengan tegas Jaka menyebut tidak benar.

"Itu hoax, di sini tidak ada penganiayaan. Kami imbau kepada masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh kabar yang tidak benar," tegas Jaka.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya