Kalah 0-22, Kiper Ini Tak Kuasa Menahan Tangis

Para pemain Valle Real tertunduk lesu setelah gawang mereka dibobol sebanyak 22 kali

oleh Liputan6 diperbarui 16 Mar 2017, 21:30 WIB
Jhiner Chavez

Liputan6.com, Peru - Kalah dan menang, memang sesuatu yang wajar dalam sebuah pertandingan, termasuk di sepak bola. Namun, jika kekalahan itu sampai di angka 22-0, mungkin masih sangat sedikit klub yang mengalamnya.

Valle Real, salah satu klub di divisi tiga Liga Peru, adalah salah satu tim yang sempat mengalami kekalahan menyakitkan itu. Menghadapi Santa Rosa dari divisi dua dalam sebuah kompetisi, para pemain Valle Real tertunduk lesu setelah gawang mereka dibobol sebanyak 22 kali. Ironisnya, tidak ada satu pun gol balasan yang dicetak ke gawang lawan.

Meskipun kekalahan fantasisti itu dipastikan akan membuat malu seluruh penggawa dan official, namun, sang kiper, Jhiner Chavez kemungkinan menjadi pemain yang paling merasa malu atas ‘tragedi’ itu. Bahkan, Chavez mengaku seusai laga dirinya hanya ingin lekas pulang untuk kemudian menagis sebagai bentuk pelampiasan dari kekecewaannya itu.

“Saya merasa sangat sedih. Setelah pertandingan saya pulang ke rumah dan menangis. Tidak ada yang seperti ini sebelumnya,” kata Chavez, dilansir Mirror.

Setelah gawangnya dihujani gol, dia mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah akan berdampak terhadap kariernya di sepak bola terhenti atau tidak. Namun, jika ternyata karirnya berlanjut, dia bertekad untuk tidaa lagi mengalami ‘bencana’ itu.

Sepanjang Hidup

“Ini adalah hal yang akan saya ingat sepanjang hidup saya. Tapi itu tidak akan pernah terjadi lagi!” tegas dia.

Dalam laga tersebut, Miror menjelaskan jika saja Valle Real bisa memenangkan pertandingan, mereka berpeluang untuk bisa naik ke level lebih atas. Namun, kekalahan menyakitkan, memiliki dampak yang berlipat bagi mereka. Selain gagal naik level, kekalahan tersebut juga dipastikan akan menjadi sejarah ‘buruk’ perjalanan sepak bola.(Inov Nastora)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya