Bek Muenchen: Untuk Apa Kasihani Arsenal?

Sudah tujuh musim Arsenal gagal lolos ke babak delapan besar Liga Champions.

oleh Cakrayuri Nuralam diperbarui 09 Mar 2017, 07:36 WIB
Bek Bayern Munchen Mats Hummels beraksi pada leg kedua Liga Champions melawan Arsenal di Stadion Emirates, London, Selasa (7/3/2017). (AFP/Ian Kington)

Liputan6.com, London - Sudah tujuh musim Arsenal gagal lolos ke babak delapan besar Liga Champions. Pada musim ini, Meriam London --sebutan Arsenal-- disingkirkan Bayern Muenchen dengan skor agregat 2-10.

Saat leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Emirates Stadium, Rabu (8/3/2017) dinihari WIB, Muenchen menang telak 5-1 atas Arsenal. Padahal, Meriam London sempat unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak Theo Walcott.

Katu merah Laurent Koscielny di awal babak kedua membuat pertahanan Arsenal rontok. Muenchen berhasil mencetak lima gol di kandang Meriam London.

"Saya tidak mengerti alasan kami harus memberikan rasa kasihan. Anda harus memberikan yang terbaik saat menghadapi musuh. Arsenal tampil bagus selama 50 menit kemudian hancur," kata Hummels, dikutip dari Four Four Two.

"Saya rasa, kami tidak perlu mengasihani mereka. Arsenal hanya sial saja. Ini hanya olahraga," ujar mantan bek Borussia Dortmund tersebut menambahkan.

Lebih lanjut, Hummels mengatakan, Meriam London melakukan kesalahan ketika bermain dengan 10 pemain. Arsenal memilih menyerang ketika mereka kehilangan satu beknya.

"Muenchen merupakan tim yang mampu menyerang cepat dalam satu arah. Tapi Arsenal merasa bisa mencetak gol dan mempertahankan gaya menyerangnya. Untungnya, kami mampu bermain lebih baik," ucapnya menagkhiri.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya