Harga Cabai Tinggi, Petani Ronda Ladang

Tingginya harga cabai akhir-akhir ini menyebabkan para petani di Temanggung, Jateng, terpaksa menggelar ronda malam di ladang. Sebab, saat memasuki masa petik rawan pencurian.

oleh Liputan6Diterbitkan 19 Juli 2010, 12:29 WIB
Liputan6.com, Temanggung: Ronda malam biasanya dilakukan guna menjaga keamanan lingkungan rumah dari gangguan penjahat. Tapi di Desa Mudal, Temanggung, Jawa Tengah, ronda kini juga dilakukan di ladang. Pantauan SCTV, Ahad (18/7) malam, berbekal penerangan lampu senter, para petani berkeliling ke seluruh ladang yang ditanami cabai.

Ronda dilakukan para petani karena harga cabai akhir-akhir ini melambung. Apalagi jika telah memasuki masa petik, amat rawan pencurian.

Sementara para petani cabai di Solok, Sumatra Barat, mengaku merugi. Ini diakibatkan tanaman cabai banyak diserang penyakit, seperti keriting daun, kuning tempuk, bahkan mati batang. Salah satu penyebabnya cuaca buruk yang tengah melanda daerah ini. Akibatnya, hasil panennya jauh berkurang.

Sejak dua pekan terakhir, harga cabai di Solok melambung hingga Rp 50 ribu per kilogram. Salah satu penyebab tingginya harga karena kurangnya pasokan karena berkurangnya hasil panen.(BOG)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya