Liputan6.com, Bekasi: Waktu menunjukkan pukul 07.15 WIB, namun Dinda Kirana masih berada di luar pagar sekolah. Dengan sedikit tergopoh ia kemudian mendekati pagar sembari meminta maaf kepada penjaga sekolah. "Maaf ya, pak. Saya telat," ucap Dinda, setengah memelas. Petugas satuan pengamanan atau satpam yang mengunci pagar pun langsung membukakan pintu sambil mengomeli Dinda.
"Iya, kan baru pak. Tapi besok nggak lagi," rayu Dinda pada pak satpam, seperti terekam dalam kamera Status Selebritis yang tayang di SCTV, Jumat (16/7).
Memasuki halaman Sekolah Menengah Atas Daya Utama di Bekasi, Jawa Barat, dua kakak kelas sudah menunggu dengan tampang galak. "Nggak disiplin banget sih," kata si kakak kelas. Setelah meminta maaf, dengan rasa bersalah dara kelahiran 30 April 1995 itu akhirnya berlalu, mencari ruang kelasnya.
Apa saja kegiatan Dinda selama orientasi siswa tersebut?
Pertama-tama, lulusan Sekolah Menengah Pertama 7 Bekasi itu mengikuti upacara. Ia lalu berkenalan dengan teman-teman barunya. Menjelang siang, para siswa kelas satu itu dibariskan di lapangan untuk mengikuti kegiatan olahraga, yaitu dansa poco-poco.
Ini dia yang paling seru. Dinda beserta seluruh siswa kelas satu diwajibkan meminta 10 tanda tangan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah atau OSIS dan 10 tanda tangan guru. Nggak gampang, karena ia mesti menuruti terlebih dahulu perintah yang diinstruksikan, baru bisa mendapatkan tanda tangan.
"Piting bibik ingsi. Ingisi di kiwili..." Demikian bunyi penggalan bait Potong Bebek yang dilantunkan Dinda. Penyuka warna biru itu pun harus bergoyang pinggul sembari menyelesaikan lagunya. Toh, putri pasangan S.U.Mardi dan Lia Priatiningsih ini tak keberatan.
"Hari ini memang lelah banget. Tapi pengalaman yang nggak bisa dilupain," ungkapnya selepas orientasi tersebut.(OMI/ANS)
"Iya, kan baru pak. Tapi besok nggak lagi," rayu Dinda pada pak satpam, seperti terekam dalam kamera Status Selebritis yang tayang di SCTV, Jumat (16/7).
Memasuki halaman Sekolah Menengah Atas Daya Utama di Bekasi, Jawa Barat, dua kakak kelas sudah menunggu dengan tampang galak. "Nggak disiplin banget sih," kata si kakak kelas. Setelah meminta maaf, dengan rasa bersalah dara kelahiran 30 April 1995 itu akhirnya berlalu, mencari ruang kelasnya.
Apa saja kegiatan Dinda selama orientasi siswa tersebut?
Pertama-tama, lulusan Sekolah Menengah Pertama 7 Bekasi itu mengikuti upacara. Ia lalu berkenalan dengan teman-teman barunya. Menjelang siang, para siswa kelas satu itu dibariskan di lapangan untuk mengikuti kegiatan olahraga, yaitu dansa poco-poco.
Ini dia yang paling seru. Dinda beserta seluruh siswa kelas satu diwajibkan meminta 10 tanda tangan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah atau OSIS dan 10 tanda tangan guru. Nggak gampang, karena ia mesti menuruti terlebih dahulu perintah yang diinstruksikan, baru bisa mendapatkan tanda tangan.
"Piting bibik ingsi. Ingisi di kiwili..." Demikian bunyi penggalan bait Potong Bebek yang dilantunkan Dinda. Penyuka warna biru itu pun harus bergoyang pinggul sembari menyelesaikan lagunya. Toh, putri pasangan S.U.Mardi dan Lia Priatiningsih ini tak keberatan.
"Hari ini memang lelah banget. Tapi pengalaman yang nggak bisa dilupain," ungkapnya selepas orientasi tersebut.(OMI/ANS)