Liputan6.com, Jakarta - Cukup dua menit berada di lapangan, Thomas Muller berhasil menjebol gawang David Ospina. Dia membawa Bayern Muenchen unggul 5-1 atas sang tamu, Arsenal, dalam laga leg I babak 16-besar Liga Champions yang digelar di Stadion Allianz Arena, Kamis (16/2/2017) dinihari WIB. Bangkit dari bangku cadangan pada menit ke-86 sebagai pengganti Robert Lewandowski, Muller menaklukkan Ospina hanya dua menit jelang menit terakhir.
Gol itu sangat berarti bagi Muller yang belum jua keluar dari krisis. Sejak awal musim ini, dia begitu sulit menjebol gawang lawan. Akhir pekan lalu, sebuah peluang emasnya disapu bek FC Ingolstadt tepat di depan garis gawang. Gol ke gawang Arsenal adalah yang kelima bagi Muller pada musim ini. Padahal, musim lalu, pada saat yang sama, koleksinya sudah belasan gol.
Advertisement
Sudah barang tentu, gol tersebut diharapkan tak seperti gol ke gawang FK Rostov dan PSV Eindhoven yang tak berimbas pada ketajamannya di Bundesliga. Gol itu diharapkan bisa memantik Muller untuk buas saat melawan Hertha BSC, akhir pekan ini. Itulah yang sangat diharapkan para fans dan manajemen Bayern.
Pelatih Carlo Ancelotti memang pernah mengatakan, dirinya dan seluruh perangkat di tim tidak cemas terhadap krisis gol yang dialami Muller. Dia menegaskan, kontribusi Muller bukan hanya gol. Sepanjang pemain berumur 27 tahun itu tampil baik bagi tim serta menuruti taktik dan instruksinya, Carletto tidak akan kecewa. Lagi pula, menurut dia, Muller adalah seorang team player ketimbang goal scorer.
Meski demikian, Muller yang tajam tetaplah lebih baik bagi Bayern. Selama ini, Muller adalah Gluecksbringer 'azimat' bagi Muenchen. Gol-golnya adalah jaminan poin. Dalam 125 laga Die Roten yang berhias gol Muller, hanya tiga yang berakhir dengan kekalahan. Semua kekalahan itu terjadi di Liga Champions, termasuk final musim 2011-12 menghadapi Chelsea yang ditentukan lewat drama adu penalti.